Banjir Huu Rendam 65 Hektar Lahan Pertanian

Tampak tanaman padi warga di Desa Daha, roboh akibat terendam banjir bandang, Selasa, 2 Maret 2021.(Suara NTB/ist Fadlin)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu, sudah terjun mendata area pertanian warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Huu. Khusus tanaman padi luasannya mencapai 65 Ha, tersebar di Desa Daha, Marada dan Cempi Jaya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan (TP) Distanbun Dompu, Armansyah kepada Suara NTB, Selasa, 2 Maret 2021 menyampaikan, bencana alam itu tidak saja merusak pemukiman warga bantaran sungai, tetapi merendam puluhan hektar tanaman padi yang mulai memasuki masa panen.

Iklan

Meski rata dengan tanah, situasi tersebut tidak mengancam petani gagal panen, tetapi hanya berimbas pada penurunan produktifitas hasil pertanian mereka. “65 hektar itu masih bisa panen, tapi jelas akan berkurang hasilnya,” terang dia.

Puluhan hektar tanaman padi warga yang terdampak banjir, tersebar merata pada tiga desa. Namun cukup parah kondisinya yakni di Desa Cempi Jaya. Situasi ini, lanjut Armansyah, tentu berpotensi membuat petani mengalami kerugian cukup besar, karenanya mereka tengah mengupayakan bantuan dari provinsi dan pusat.

Untuk mengharapkan asurasi tani dari PT. Jasindo, menurutnya sulit lantaran para petani terdampak tidak tergabung sebagai anggota. “Para korban tidak mungkin mendapat asuransi, tapi kami akan coba upayakan bantuan lain untuk meringankan beban mereka,” jelasnya.

Tidak kalah mengkhawatirkan dari bencana tersebut, yaitu ancaman kekeringan lahan pertanian akibat saluran irigasi rusak parah. Untuk itu, selain bantuan stimulan perbaikan irigasi pertanian tersebut akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan pihaknya. Apakah bekerjasama dengan PUPR atau instansi teknis terkait lainnya. “Barangkali untuk perbaikan irigasi ini nanti kita kerjasama dengan PU,” pungkasnya. (jun)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional