Banjir Hanyutkan Ikan Milik Petani

Giri Menang (Suara NTB) – Banjir yang menerjang tiga dusun masing-masing Dusun Buncit dan Petak dan Kebon Bongor Desa Lembar Induk Kecamatan Lembar menyebabkan 25 petani di daerah tersebut terkena dampak. Lahan seluas 5 hektar milik puluhan petani tambak hanyut, sehingga belasan ton ikan milik petani terbawa arus. Akibatnya, petani menanggung kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Sebanyak 25 petani tambak merugi, lahan seluas 5 hektar hanyut dan sekitar 16 ton ikan hanyut terbawa arus,” aku Kepala Desa Lembar Induk, Sainah kepada wartawan ditemui di lokasi kejadian, Minggu, 25 September 2016.

Iklan

Ia menyebutkan, diperkirakan lahan tambak milik petani yang terkena dampak banjir mencapai 5 hektar. Jumlah kerugian tambak bandeng yang sudah siap panen mencapai 80.000 ekor setara kurang lebih 16 ton bandeng. ‘’Diperkirakan total perkiraan kerugian materil para petani tambak Dusun Buncit mencapai Rp 640.000.000,’’ akunya.

Sementara Kadus Buncit, Rumaseh menyatakan banyak masyarakat yang terkena dampak banjir mengalami kerugian lumayan besar. Pihaknya meminta agar pemda turun membantu masyarakat setempat. Ia mengaku dusun setempat kerap kali diterjang banjir. Banjir tersebut selalu disebabkan muara yang tersumbat. Kejadian banjir paling parah terjadi dua kali. Akibat banjir, warga tidak bisa ke mana-mana. Bahkan, warga menggunakan perahu untuk beraktivitas.

Ia berharap supaya kejadian banjir tidak berulang kali terjadi di daerah setempat, pemda dalam hal ini BPBD dan Dinas PU perlu melakukan langkah penanganan jangka panjang. Muara sungai harus digali supaya tidak tersumbat. Selain itu, muara itu harus dibangun permanen, seperti muara di Meninting.   “Solusnya, keinginan masyarakat muara harus diperbaiki. Muara dibangunkan beronjong seperti muara di Meninting,” sarannya.

Menanggapi hal ini, Kepala pelaksana BPBD, H. M. Najib menyatakan, sejauh ini kerugian akibat banjir masih dihitung. Menurut perkiraan kerugian akibat kerusakan tanaman dan tambak milik petani lumayan banyak. Menurutnya, sejauh ini tidak ada kerusakan rumah warga akibat banjir. Hanya saja lahan tanaman jagung dan tambak petani rusak akibat diterjang air banjir tersebut. “Soal penggantian kerugian berupa bibit ikan itu nanti dikoordinasikan dengan dinas terkait,” jelasnya, seraya menambahkan, pihaknya sebatas memberikan bantuan berupa sembako, baik dari Pemkab Lobar dan provinsi. (her)