Banjir Hanyutkan Dua Rumah di Serading 

Luapan air setinggi 1,8 meter di Desa Serading menyebabkan rumah hanyut dan rusak (Suara NTB/ Camat Moyo Hilir)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dua rumah panggung di Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa hanyut dibawa arus akibat banjir. Selain itu, satu rumah lagi rusak dan sejumlah bangunan lainnya terendam, Jumat, 8 Januari 2021.

Camat Moyo Hilir, Hartono S.Sos mengatakan, hujan lebat menyebabkan areal persawahan meluap. Luapannya masuk ke perkampungan setempat. Sehingga merendam 18 rumah di Dusun Karang Jati, 24 rumah di Dusun Serading dan 2 rumah Dusun Ai Nunuk, Desa Serading. Ketinggian air hampir mencapai dua meter.

Akibatnya, dua rumah panggung hanyut dan satu rumah rusak berat di pinggiran Sungai Karang Jati. Belum lagi gabah dan pupuk masyarakat juga rusak terendam air. Sumur warga dipenuhi lumpur. Sementara ini, korban banjir mengungsi di kantor desa setempat. Sebagian lagi ke rumah keluarganya yang aman dari terjangan banjir.

‘’Yang paling mendesak saat ini kebutuhan air bersih. Karena air sumur sudah dipenuhi lumpur. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab agar segera dikirimkan mobil tanki air bersih,’’ terang Hartono.

Sejumlah Wilayah Tergenang

Plt. Kalak BPBD Sumbawa, M. Nurhidayat juga terus melakukan monitoring. Sejauh ini, ratusan rumah di Karang Padak Labuan Sumbawa, pemukiman di Kelurahan Brang sekitar bantaran sungai juga sempat terendam air.  ‘’Untuk di Karang Padak air mulai surut. Di Brang Bara kita masih melakukan pendataan,’’sebutnya.

Untuk banjir di Serading Moyo Hilir, pihaknya kini bergerak membawa tanki mobil air bersih. Ini untuk membantu kebutuhan air bersih warga korban banjir. Sumur warga tak bisa lagi dimanfaatkan karena terendam air dan lumpur. (arn)