Banjir di Moyo Hilir Berdampak Cukup Parah

Salah satu sudut areal persawahan yang sempat terendam banjir di Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, akhir pekan kemarin.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kecamatan Moyo Hilir menjadi wilayah yang paling terdampak dari banjir Jumat hingga Sabtu lalu. Puluhan rumah rusak dan ratusan hektar areal tanam petani sempat terendam air.

Camat Moyo Hilir, Hartono S.Sos, Sabtu, 9 Januari 2021, menyebutkan dari identifikasi lapangan yang dilakukan, terdapat 15 rumah rusak ringan di dusun Karang Jati, 24 rumah di dusun Serading dan 2 rumah roboh di dusun Ai Nunuk desa Serading. “Ini sudah kita laporkan agar mendapat penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Iklan

Kemudian areal tanam yang sempat terendam banjir total mencapai 397 hektar di 4 desa. Yakni desa Serading, Kakiang, Moyo dan Moyo Mekar. Ditambah kerusakan jembatan jalan usaha tani di Orong Posok desa Kakiang. Semua areal yang sempat tergenang kini sudah surut dan tanaman padi diharapkan kembali nornal.

Sementara itu di desa Baru Tahan kecamatan Moyo Utara, menurut data dari Kepala Desa Baru Tahan, Abdul Hamid menyebutkan ada sekitar 8 hektar areal tanam yang terendam. Bahkan hingga hari Minggu masih ada satu areal yang terendam. Sehingga terancam rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, M. Nurhidayat, juga sudah menerima laporan dari Camat. Untuk kemudian diteruskan ke provinsi dan pusat. “Tanggap darurat untuk kecamatan Moyo Hilir. Bantuan air bersih, sembako sudah disalurkan,” terangnya.

Untuk rumah yang rusak dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat. Dapat harapan dapat ditangani. Serta akan dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait. (arn) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional