Banjir di Bima, Dua Jembatan Darurat Putus, Tiga Sekolah Terendam

Banjir yang merendam Desa Boro Kecamatan Sanggar membuat jembatan darurat putus, belum lama ini. Saat ini di lokasi telah diturunkan alat berat untuk membangun jembatan alternatif.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Tidak hanya wilayah Kota Bima yang terendam banjir. Bencana serupa juga terjadi di wilayah di Kabupaten Bima . Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum (fasum) seperti sekolah hingga membuat jembatan darurat putus.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bima, banjir menerjang Desa Monggo dan Ncandi Kecamatan Madapangga. Kemudian Desa Boro dan Kore Kecamatan Sanggar, pada Sabtu, 27 November 2021.

Iklan

Dampaknya, tiga sekolah yakni SDN Monggo, SDN Inpres Monggo dan Inpres Ncandi terendam banjir dan disertai lumpur setebal 1 Cm. Serta jembatan darurat putus di Desa Boro 1 dan Boro 2  Kecamatan Sanggar.

Berselang beberapa hari kemudian atau tepatnya pada Rabu (1/12), wilayah Desa Kore dan Boro Kecamatan Sanggar kembali terendam banjir. Serta Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora.

Manajer Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bima, Drs. Amiruddin mengungkapkan wilayah Kecamatan Madapangga, Sanggar dan Tambora rawan terjadi banjir karena hutan sekitarnya sudah beralih fungsi. Dari hutan tutupan menjadi lahan pertanian menanam jagung.

‘’Selain itu sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga drainase dangkal memperparah terjadinya luapan air di Kecamatan Sanggar, Tambora dan Madapangga,’’ ujarnya.

Amiruddin mengaku, dari banjir tersebut tidak ada korban jiwa. Sementara kerugian materil hingga total rumah warga yang terdampak banjir belum diketahui secara detail, karena hingga saat ini masih dalam proses pendataan petugas di lapangan.

‘’Begitupun dengan lahan pertanian warga. Luas area lahan pertanian warga yang terdampak banjir belum ada laporan dari dinas terkait,’’ ujarnya.

Sementara terkait putusnya dua jembatan darurat penghubung di Desa Boro, saat ini sudah diturunkan alat-alat pendukung untuk membangun jalan dan jembatan alternatif, agar akses lalu lintas warga tetap berjalan normal seperti biasa.(uki)

Advertisement