Banjir Daha dan Marada, Belasan Rumah Hanyut

Aparat gabungan TNI-Polri saat melakukan pembersihan material lumpur kiriman banjir di Daha dan Marada, Kamis, 11 Maret 2021.(Suara NTB/Polres Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Banjir bandang di Desa Daha dan Marada pada Selasa 9 Maret 2021, tidak saja merendam pemukiman warga. Musibah susulan itu, membuat 13 unit rumah hanyut tergerus luapan sungai rewa. Beruntung tak ada korban jiwa atau luka-luka akibat bencana tahunan tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Jufri, ST., M. Si., kepada Suara NTB, Kamis, 11 Maret 2021 menyampaikan, intensitas hujan cukup tinggi selama beberapa jam malam kemarin, membuat aliran sungai yang sempit dan dangkal akibat sedimentasi meluap ke area pemukiman.

Iklan

Tak hanya itu, derasnya terjangan air menyebabkan belasan rumah warga di bantaran sungai hanyut. “Ada 13 rumah yang hanyut terbawa arus, sementara terendam lebih kurang 50an kepala keluarga,” terangnya.

Bencana alam banjir susulan ini, menurut dia, tidak jauh berbeda derasnya seperti kejadian awal pada 28 Maret 2021. Tetapi dengan hanyutnya belasan rumah, maka total 57 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal di dua wilayah tersebut.

Upaya tanggap darurat sudah dilakukan BPBD sejak malam kejadian, baik dengan mengerahkan anggota untuk membantu proses evakuasi maupun penyaluran logistik. Kebutuhan ini, pun tak sedikit datang dari instansi terkait seperti TNI-Polri dan organisasi kemasyarakatan.

Terhadap mereka yang terdampak parah, sementara ini terpaksa menetap di tenda pengungsian, bahkan sabagian memilih tidur di masjid dan musola. “Untuk kebutuhan logistik sejauh ini masih aman. Karena banyak bantuan dari lembaga-lembaga lain juga,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Daha, Fadlin dikonfirmasi Suara NTB menuturkan, hujan deras mulai sekitar Pukul 17.00-20.00 Wita malam kemarin, membuat arus sungai meluap dan 10 unit rumah warga hanyut di wilayahnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka-luka akibat peristiwa itu. Namun demikian, ratusan warga kini terpaksa mengungsi sementara waktu di tempat yang lebih aman. Selain merendam pemukiman, bencana susulan itu memastikan puluhan hektar lahan pertanian warga gagal panen lantaran tertimbun material lumpur dan sampah yang cukup tebal. “Kendaraan tidak ada yang hanyut, karena saat hujan kemarin masyarakat sudah antisipasi banjir. Untuk logistik sudah tersedia, cuma tempat tinggal sekarang jadi harapan besar masyarakat,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional