Banjir Bima 460 Hektare Tanaman Padi dan Bawang Merah Puso

Masyarakat membersihkan jerami yang hanyut terbawa air akibat  banjir bandang di Bima. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB mencatat,  tanaman padi dan bawang merah yang mengalami puso atau gagal panen akibat banjir bandang di Kabupaten Bima seluas 460 hektare. Sedangkan total areal lahan pertanian yang terkena dampak seluas 3.358 hektare.

Kepala Distanbun NTB, Muhammad Riadi, S.P., MecDev., yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 8 April2021 siang kemarin, mengatakan tanaman padi yang mengalami puso berada di dua kecamatan seluas 305 hektare. Masing-masing Kecamatan Belo seluas 275 hektare dan Kecamatan Monta 30 hektare.

Iklan

Sedangkan tanaman bawang merah yang mengalami puso tersebar di lima kecamatan seluas 155 hektare. Dengan rincian, Kecamatan Belo 33 hektare, Kecamatan Monta 25 hektare, Kecamatan Woha 42 hektare, Kecamatan Madapangga 5 hektare dan Kecamatan Wera 50 hektare.

Sementara itu, kata Riadi, luas areal tanaman padi, jagung dan bawang merah yang terdampak banjir bandang seluas 3.358 hektare. Dengan rincian, tanaman padi seluas 2.881 hektare, tanaman jagung 280 hektare dan bawang merah seluas 197 hektare.

Seluas 2.881 hektare tanaman padi yang terdampak banjir tersebar di tujuh kecamatan. Yaitu, Kecamatan Madapangga 520 hektare, Belo 275 hektare, Monta 600 hektare, Palibelo 616 hektare, Woha 495 hektare, Bolo 280 hektare dan Parado 95 hektare.

Kemudian seluas 280 hektare tanaman jagung yang terdampak banjir tersebar di lima kecamatan. Yaitu, Kecamatan Madapangga 208 hektare, Monta 2 hektare, Woha 10 hektare, Bolo 35 hektare dan Parado 25 hektare.

Sedangkan 197 hektare tanaman bawang merah yang terkena dampak berada di lima kecamatan. Antara lain, Kecamatan Belo 33 hektare, Monta 67 hektare, Woha 42 hektare, Madapangga 5 hektare dan Wera 50 hektare.

Mantan Sekretaris Dinas ESDM NTB ini mengatakan, petani yang mengalami gagal panen akan diberikan bantuan bibit  sesuai dengan jenis tanaman yang rusak. ‘’Makanya kita langsung minta CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) segera diusulkan. Kita berikan nanti bibit padi, jagung, dan bawang merah,’’ terangnya.

Riadi menambahkan, bantuan bibit akan diberikan pada musim tanam tahun ini. Sehingga, pihaknya meminta segera diusulkan CPCL atau petani yang mengalami gagal panen akibat banjir bandang akhir pekan lalu.

‘’Kalau yang hanyut hasil panennya, di luar jangkauan kita. Tetapi bantuan bibit akan diberikan di musim tanam ini,’’ katanya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional