Banjir Bandang Lotim Telan Kerugian Rp 30 Miliar Lebih

Selong (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) saat ini mulai menghitung kerugian dampak banjir bandang yang menerjang empat kecamatan. Dari penghitungan sementara bersama instansi terkait, diperkirakan kerugian dampak banjir tersebut sekitar Rp 30 miliar lebih.

Demikian disampaikan, Kepala Pelaksana BPBD Lotim, H. Napsi yang dikonfirmasi di Kantor Camat Keruak  yang menjadi lokasi Posko Utama penerimaan bantuan korban banjir Lotim, Jumat, 24 November 2017.

Ia mengungkapkan, masa tanggap darurat hingga 24 November 2017, sudah selesai. Dalam masa tanggap darurat itu, hal-hal yang sudah dilakukan yakni, evakuasi, pemenuhan logistik masyarakat, pemenuhan kebutuhan air bersih dan menjamin ketersedian air dari PDAM. Serta membersihkan lokasi serta penyedotan sumur-sumur warga yang tercemar.

Termasuk, melakukan penghitungan kerugian materil dalam bencana banjir yang saat ini masih dalam proses penghitungan. Di mana penghitungan sementara kerugian dari dampak kerusakan yang terjadi sekitar Rp 30 miliar lebih. ‘’Ini masih kita data dan sifatnya masih sementara,’’ katanya.

  1. Napsi memastikan bahwa penghitungan kerugian dalam bencana banjir tersebut secepatnya tuntas dilakukan. Karena saat ini sejumlah pihak terkait sudah melakukan evaluasi seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman termasuk dengan BPBD untuk melakukan sinkrorinasi data. Sehingga tidak ada masyarakat yang terdampak luput dari perhatian dalam penanganan infrastruktur maupun perumahan yang terdampak bencana.

Setelah adanya data yang valid, lanjut dia, dipastikan semua infrastruktur dibuat sederhana. Supaya tidak ada wilayah-wilayah pemukiman warga yang terisolir. Pasalnya, setelah tanggap darurat ini akan masuk ke masa transisi pemulihan. Di mana pada masa pemulihan, nantinya akan diupayakan untuk dilakukan penyempurnaan sarana prasarana agar dapat berfungsi dengan normal. Barulah masuk ke masa rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memperbaiki secara permanen semua infrastruktur yang terdampak bencana.

‘’Mulai besok (hari ini) sudah terbit SK Bupati tentang masa transisi ke pemulihan. Kita rencana sekitar dua bulan kemudian masuk rehabilitasi dan rekonstruksi,’’ jelasnya.

Suara NTB Serahkan Bantuan

Sementara itu, Suara NTB Group dan Radio Global FM Lombok, Jumat, 24 November 2017 kemarin menyerahkan bantuan untuk korban banjir bandang yang melanda warga di empat kecamatan di Lotim.

Bantuan berupa baju seragam sekolah, buku tulis, selimut dan lainnya. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Penanggung Jawab Suara NTB H. Agus Talino kepada Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan didampingi Sekretaris Daerah H. Rohman Farly di Kantor Bupati.

Bupati Lotim menilai, bantuan seragam sekolah yang diberikan Suara NTB itu yang sangat tepat diberikan kepada warga khususnya anak-anak sekolah yang pakaiannya hanyut terbawa banjir.

Setelah diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lotim, bantuan selanjutnya diteruskan Suara NTB ke Posko Utama Bencana di Kantor Camat Keruak. Bantuan diterima Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim H. Napsi dan Camat Keruak, Mustamin Hasyim. (yon/rus)