Bangunan SDN 1 Gerung Utara Kontras dengan Gedung RSUD Tripat

Kondisi bangunan SDN 1 Gerung Utara begitu kontras dengan proyek gedung bertingkat IGD RSUD yang tengah dibangun persis di belakangnya, Senin, 14 September 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Berdekatan dengan proyek gedung IGD RSUD Tripat yang tengah dibangun, berdiri bangunan sekolah dasar (SD) 1 Gerung Utara. Kondisi bangunan yang telah puluhan tahun berdiri itu memprihatinkan, lantaran beberapa lokal bangunan ruang kelas di sekolah yang ada di jantung kota ini  tak pernah direhab. Hanya dua kali perbaikan, itupun kurang maksimal.

Pantauan Suara NTB, Senin, 14 September 2020 menunjukkan, SD 1 Gerung Utara yang berlokasi di pinggir jalan utama tersebut terdiri dari dua bangunan. Yakni gedung bertingkat yang dibangun beberapa tahun lalu, kemudian persis di depannya  masih bediri gedung yang kondisinya kurang layak. Enam lokal ruang kelas ini berlantai keramik, namun temboknya sudah lapuk. Tembok dan lantainya merembes saat musim hujan, sehingga dikeluhkan guru dan murid saat kegiatan belajat mengajar.

Iklan

Kepsek SD 1 Gerung Utara, Sabariah mengatakan sekolah ini berdiri tahun 1915. Dan gedung sekolah ini sebagian masih gedung lama. Sedangkan sebagian gedung sudah direnovasi terakhir tahun 2007. Akibat lama tidak diperbaiki, atap bangunan sudah banyak yang bolong. “Kami berupaya menambal yang bocor,, namun bocor lagi di tempat yang lain. Kami sudah menyampaikan ke pemangku di Dikbud dan sudah dilihat dan diverifikasi. Saat hujan, banjir dan bocor. Kami berharap diperhatikan,” katanya.

Ia mengaku ada tambahan rombongan belajar sebanyak tiga ruangan. Itu pun masih dipaksakan sehingga tidak sesuai dengan standar dimana per rombel 28 orang per ruangan namun lebih dari 30 anak per kelas. Hal ini karena antusias masyarakat mendaftar di sekolah ini, sehingga kalaupun mau dibatasi tidak bisa.

 Terkait pembangunan gedung IGD di bagian belakang sekolah, menurut dia memang kontras dengan gedung sekolah ini. Tapi rencananya sekolah ini akan direlokasi. “Di belakang ada gedung bertingkat tinggi, akan jauh kontras dengan kondisi sekolah ini. Antara pendidikan dan kesehatan ini, pendidikan ini SDM yang merupakan aset daerah dan negara  yang harus diperhatikan,” tegas dia.

Menurutnya pendidikan harus diperhatikan karena kalau pendidikan maju maka tingkat warga yang sakit menjadi berkurang. Otomatis isi gedung RSUD itu akan berkurang. Sehingga seharusnya diperhatikan gedung pendidikan jauh lebih bagus dibandingkan gedung kesehatan.

Meski demikian pihaknya tetap memberikan pelayanan terbaik, walaupun kondisi sarana prasaran terbatas tidak semegah gedung di dekatnya itu. “Semoga ini diperhatikan juga oleh pemerintah supaya bagus kepada pendidikan karena pendidian fondasi dasar perlu ditingkatkan karena  ini merupakan aset SDM kedepan,” tukas dia.

Kalaupun rencana kedepan sekolah itu direlokasi untuk perluasan rumah sakit,  pihaknya berharap pemda harus memperhatikan pendidikan. Pihaknya berharap sekolah harus disiapkan lahan dan dibangun dulu yang jauh lebih dari sekolah saat ini. Karena saat ini ada 500 anak yang menuntut ilmu di SDN 1 Gerung Utara ini. “Kami pendidik aset-aset bangsa ini berharap pendidikan juga harus lebih diperhatikan,” tegas dia.

Sementara Sekdis Dikbud Lobar, Haeruddin mengaku belum tahu terkait rencana relokasi SD 1 gerung utara untuk perluasan gedung RSUD. Namun terkait perbaikan gedung memang sudah diusulkan ke Dikbud karena memang kondisinya bocor.  Sejauh ini sudah ada pembangunan gedung tiga unit ruang kelas di sekolah itu. ‘Sudah diusulkan perbaikan itu, tapi sudah ada dibangun ruang kelas baru di sana,” katanya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here