Bangunan Induk RSUD Tanjung Masih Bocor

Tanjung (Suara NTB) – Bangunan induk RSUD Tanjung ternyata masih mengalami kebocoran. Seperti yang terlihat di depan pintu masuk menuju ruang kerja Direktur RSUD, sejumlah kertas karton bekas berserakan untuk menyerap rembesan air dari lantai 3 bangunan pascahujan lebat beberapa hari terakhir.

“Kita juga bingung, masih saja bocor. Dari dulu (dibangun) sampai sekarang kita bahkan belum tahu sumber kebocorannya,” kata Direktur RSUD Tanjung, dr. H. L. Bahrudin, Senin, 13 Februari 2017.

Iklan

Bangunan induk RSUD ini telah dibangun dan dioperasionalkan sekitar tahun 2012 lalu. Sejak itu, bocor pada lantai paling atas menjadi keluhan para staf hingga pasien dan keluarganya. Bangunan RSUD ini pernah pula diguncang gempa sekitar tahun 2013 lalu, hingga mengakibatkan retak rambut pada konstruksi bangunan.

Manajemen RSUD diklaim Bahrudin, telah melakukan perbaikan pada titik yang diduga mengalami kebocoran. Namun hingga kini, masalah tersebut belum tertangani secara otpimal. Akibatnya tidak hanya di bagian lantai yang menuju ruang kerjanya saja yang basah, tetapi juga di ruangan bagian bersalin masih menetes.

Sementara, seiring terselesaikannya proses pembangunan 4 unit gedung RSUD yakni Gedung B, D, E dan F, Bahrudin berharap dapat segera memanfaatkannya. Dalam kontrak kerja bangunan, diketahui hingga 15 Februari 2017 ini. Pihaknya akan memastikan PHO atau serah terima kegiatan dilakukan setelah kontrak kerja berakhir. Sebab sehari setelah kontrak, Tim pemeriksa fisik akan lebih dulu melakukan pemeriksaan untuk diputuskan apakah bisa di PHO atau tidak.

Direktur menyebut gedung E dan D akan digunakan untuk ruang perawatan kelas 1, 2 dan 3. Gedung B untuk penunjang dan Poli, sedangkan gedung F untuk penunjang lain seperti dapur, aula, gudang obat dan sebagainya.

Ia memperkirakan ketersediaan bed yang ada untuk kelas 3 sekitar 70 unit dari total sekitar 150-an bed yang dimiliki RSUD. Ke depan jumlah tempat tidur pasien ini akan ditambah secara bertahap. (ari)