Bangun Sirkuit Motocross, Gubernur NTB Puji Langkah Berani Bupati Loteng

0
H.L. Pathul Bahri (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Langkah Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.L. Pathul Bahri, S.IP.,  membangun sirkuit motocross berstandar internasional di Desa Lantan, Kecamatan Batukling Utara, dipuji Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Menurut orang nomor satu di NTB tersebut, apa yang dilakukan Bupati Loteng bersama jajarannya itu merupakan satu langkah berani yang akan menentukan kemajuan Loteng, bahkan NTB di masa yang akan datang.

“Tidak semua Bupati seperti Bupati Loteng. Yang berani membangun sirkuit motocross seperti ini,’’ puji Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah, saat peresmian sirkuit motocross Desa Lantan yang dirangkaikan dengan perayaan lebaran topat di Desa Lantan, Senin, 9 Mei 2022.

IKLAN
Pembalap adu cepat di sirkuit motocross Desa Lantan, usai di launching, Senin, 9 Mei 2022.(Suara NTB/kir)

‘’Terlebih sirkuit dibangun secara swadaya,’’pujinya lagi. Artinya, ada keinginan yang kuat dari pemerintah di daerah ini untuk terus maju. Dengan menghadirkan fasilitas yang diharapkan bisa menjadi salah satu pemicu dan pemacu kemajuan ekonomi daerah. Karena begitu ada sirkuit motocross dengan sendirinya akan mampu mendorong tumbuhnya kawasan ekonomi baru di daerah ini.

Selama ini banyak yang memandang Provinsi NTB sebagai provinsi yang kecil. Sehingga wajar jika banyak yang meragukan kemampuan NTB menggelar event besar. Namun ternyata keraguan itu terjawab. Dengan kemampuan NTB menggelar event MotoGP maupun World Superbike (WSBK).

Ini artinya, meski NTB provinsi kecil tapi ternyata memiliki potensi luar biasa. Tidak hanya potensi alamnya, tapi juga punya pemimpin-pemimpin yang punya pemikiran besar ke depan. Salah satunya Bupati Loteng. “Pengalaman sukses menggelar MotoGP, tampaknya menjadi inspirasi Bupati Loteng sampai berani membangun sirkuit motocross,” ujarnya.

Dengan terbangunanya sirkuit motocross di Desa Lantan, maka NTB kini punya dua sirkuit motocross sekaligus. Selain sirkuit motocross yang ada di kawasan Samota Sumbawa. Dan, itu tentu jadi kebanggaan tersediri. Tidak hanya bagi masyarakat Loteng saja, tetapi juga masyarakat NTB secara lebih luas. Setelah sebelumnya memiliki sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika.

Dr. Zul – sapaan akrab Gubernur NTB ini, pun berkomitmen mendukung keberadaan sirkuit motocross Desa Lantan. Dengan menghadirkan event-event motocross sampai mencarikan sponsor untuk ajang balap motocross di sirkuit motocross Desa Lantan ke depannya. Sehingga event yang digelar di sirkuit motocross Desa Lantan bisa berkesinambungan. Tidak hanya sekali, kemudian berhenti.

‘’Eventnya jangan sampai berhenti. Nanti pemerintah provinsi akan dukung dengan mencarikan sponsor untuk hadiahnya,’’ janjinya.

Sementara itu, Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri, S.IP., mengatakan sirkuit motocross Desa Lantan terbangun berkat kerja sama semua pihak di daerah ini. Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan mampu sendiri jika tidak ada dukungan dari berbagai elemen di daerah ini. ‘’Sirkuit motocross ini adalaha sirkuit milik kita bersama. Dan, kita harapkan bisa memberikan efek ganda bagi pembangunan di daerah ini ke depan,” sebutnya.

Perimbangan pembangunan antara utara dan selatan, menjadi salah satu pertimbangan kenapa kemudian sirkuit motocross ini dibangun. Bahwa, pembangunan tidak hanya di wilayah bagian selatan saja, tetapi juga dibagian utara.

Lantan 459 International Motocross Circuit

Pada saat bersamaan Bupati Loteng juga me-lauching nama resmi sirkuit motocross Desa Lantan tersebut dengan nama Lantan 459 International Motocross Circuit, langsung dihadapan ribuan pejabat serta aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Loteng dan masyarakat umum yang hadir. Nama Lantan sendiri menandakan tempat sirkuit berada yakni di Desa Lantan.

Sementara penempatan angka 459 sendiri memiliki filosofi sebagai angka yang diidentikkan dengan Bupati Loteng. Dimana angka 4 menunjukkan jumlah jari sebelah kanan Bupati Loteng yang hanya berjumlah empat. Pasalnya, jari telunjuk sebelah kanan putus saat Bupati Loteng masih kecil.

Kemudian angka 5 menunjukkan jumlah jari Bupati Loteng. Adapun angka 9 merupakan penjumlahan dari angka 4 dan 5. Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan maka akan berjumlah 18. Kalau angka 1 dan 8 dijumlahkan, maka hasilnya 9. “Nama sirkuit ini berdasarkan usulan teman-teman. Jadi saya mohon izin menetapkan nama sirkuit motocross dengan nama ini,” pinta Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)

IKLAN