Bangun Rumah untuk Nelayan, Pemkot Mulai Bayar Lahan Warga

Pengendara melintas di depan lahan yang kosong yang bakal dibebaskan oleh Pemkot Mataram di Jalan Gadjah Mada Kelurahan Jempong Baru, Kamis, 20 Desember 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pembebasan lahan untuk pembangunan perumahan nelayan di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan tahap penyelesaian administrasi pembayaran. Pemilik lahan sepakat harga dijual ke pemerintah Rp35 juta per are.

Rapat pembebasan lahan sebelumnya di ruang Asisten I akhir November lalu, pemilik tanah menolak harga ditawarkan Pemkot Mataram. Per are dibayar Rp20 juta. Pemilik tanah menginginkan Rp50 juta per are sesuai harga pasaran tanah di wilayah tersebut.

Iklan

Belakangan disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Drs. H.M. Syakirin Hukmi, pembebasan lahan untuk rumah nelayan telah selesai. Pemkot Mataram hanya sanggup membebaskan 1,3 hektar dari luas tanah sekitar 4 hektar. Karena keterbatasan anggaran. “Anggaran Cuma untuk 1,3 hektar saja,” kata Syakirin, Kamis, 20 Desember 2018.

Akan tetapi, ada kesepakatan bahwa Pemkot Mataram di dalam APBD Perubahan 2019 mendatang kembali akan membebaskan 2 hektar dengan harga sama. Yaitu, Rp 35 juta per are. Proses pembebasan lahan tambah Syakirin, mendapat pendampingan dari Kejaksaan selaku Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Kesepakatan kalau disetujui bisa membuat perencanaan,” tambahnya. Pembebasan lahan di Bintaro sebagai tahap awal pembangunan rumah nelayan yang digulirkan sejak 2016 lalu. Untuk pembangunan kata Syakirin, perlu membuat DED.

Terkait besaran anggaran pembebasan lahan, Syakirin tidak menyebutkan. “Lupa saya total keseluruhannya. Yang jelas Rp35 juta per are dikalikan 1,3 hektar. Sekitar itu sudah hasilnya,” demikian jawab dia. (cem)