Bangun Kawasan Budidaya Udang Vaname, KKP akan Gelontorkan Rp2,5 Triliun

Muslim. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Selain serius ingin menjadikan Lombok sebagai pusat budidaya Lobster, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) rupanya punya hajatan yang jauh lebih besar, yaitu membangun shrimp estate atau kawasan budidaya udang vaname di Sumbawa. Rencananya Rp2,5 triliun dana pusat akan mengucur.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sepertinya sukses meyakinkan KKP untuk menjadikan NTB sebagai bagian dari pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor kelautan dan perikanan. “Tadinya sekitar Rp3 triliun, jadinya Rp2,5 triliun anggaran KKP yang akan digunakan untuk membangun shrimp estate di Sumbawa,” kata Plt. Kepala Dinas Kelautan Perikanan NTB, Muslim, ST.,M. Si kepada Suara NTB, Jumat, 25 Juni 2021.

Iklan

Belum lama ini ia mendampingi Gubernur NTB, Dr. Zul bertemu langsung dengan Menteri KKP, Sakti Wakyu Trenggono. Pertemuan yang berlangsung di gedung KKP itu membahas banyak hal terkait rencana pengembangan potensi keluatan perikanan di NTB. Muslim menjabarkan, konsep shrimp estate yang dimaksud, akan dibangun kawasan terintegrasi. Dari budidaya, pengolahan, hingga ekspor. Pabrik pakan udang vaname juga akan dibuat dalam satu kawasan budidaya.

“Pabrik pakan, UPI (Unit Pengolahan Ikan) Udang Vaname juga akan dibangun untuk fasilitas ekspor hasil budidayanya. Makanya ploting anggarannya cukup besar,” jelas kepala dinas. KKP mendesain shrimp estate di tiga wilayah di Indonesia. Diantaranya, di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah seluas 100 hektar dan di NTB seluas 1.000 hektar.

Shrimp estate ini akan dibangun tata kelolanya dari hulu ke hilir. Dari bibit, pakan, fasilitas ekpor, UPI. Semua akan dibangun dalam satu kawasan terintegrasi. Sebelumnya, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) mendorong hadirnya investasi untuk UPI udang vaname. Agar hasil produksi udang vaname yang cukup besar di NTB saat ini, dapat diekspor langsung. Dan nilai tambah dari mata rantai budidaya dan ekspor udang vaname ini bisa mengendap di daerah ini.

Muslim menegaskan, persiapan untuk mewujudkan shrimp estate ini, tahun 2021 ini adalah clearing lahan untuk rencana 1.000 hektar. Tahun 2020 adalah ground breaking. “Makanya yang pertama dilakukan tahun ini adalah pembahasan DED dan finalisasi lahan. Tahun depan sudah ground breaking dan pak menteri sudah sampaikan langsung ke pak gubernur,” terangnya.

Dengan membudidayakan udang vaname di lahan tambak seluas 1.000 hektar, bahkan Menteri KKP, kata Muslim, terobsesi meninjau kawasan dengan helikopter. Rencananya kawasan shrimp estate ini di Kabupaten Sumbawa Barat yang saat ini memiliki kawasan budidaya udang vaneme cukup luas. Selanjutnya akan berkembang diintegrasikan dengan kawasan budidaya udang vaname ke daerah-daerah lainnya di NTB. Berdasarkan data produksi perikanan budidaya di NTB, sumber Dinas Kelautan Perikanan NTB, tahun 2018 lalu udang vaname produksinya 129.899,89 ton, tahun 2019 sebesar 156.013,87 ton, dan tahun 2020 158.461,67 ton. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional