Bangun Jembatan Putus, Pemprov NTB Pakai Dana Tak Terduga

Sahdan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB mengecek langsung jembatan provinsi yang putus di kawasan Tambora. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT yang turun ke lokasi menyebutkan, jumlah jembatan provinsi yang putus di ruas jalan Labuan Kenanga – Kawinda Toi – Piong sebanyak tiga jembatan.

Perbaikan tiga jembatan tersebut sangat mendesak untuk ditangani. Sehingga, Dinas PUPR NTB akan mengusulkan perbaikannya lewat dana tak terduga. Pasalnya, jika menunggu anggaran reguler, penanganannya akan lama. Karena harus menunggu anggaran perubahan atau APBD 2021.

Iklan

‘’Ada tiga jembatan yang putus. Kita sudah bangun jembatan di sana. Di sekitar jembatan itu putus lagi tiga jembatan deker berada di ruas jalan Labuan Kenanga – Kawinda Toi – Piong. Di sepanjang jalan itu berada di daerah tangkapan air di Tambora,’’ kata Sahdan dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 5 Februari 2020.

Penanganan yang dilakukan sementara dengan membangun jembatan darurat. Menumpuk dengan tanah jembatan deker yang hanyut disapu air hujan dari kaki Gunung Tambora. Penanganan yang dilakukan, kata Sahdan bersifat sementara dan harus segera dibangun jembatan permanen.

Pasalnya, jika hujan besar di kawasan Tambora, maka jembatan darurat yang dibangun pasti akan hanyut. Untuk perbaikan tiga jembatan deker yang putus, rencananya akan digunakan box cuilvert sebagai jembatan permanen dengan ukuran 4×4 meter.

Menurutnya, jembatan box cuilvert akan mampu mengatasi ancaman banjir bandang dari kaki Gunung Tambora. Sehingga jembatan yang dibangun tak putus lagi. ‘’Kami atasi dengan box cuilvert. Karena beratnya stabil. Sambil kita perbaiki aliran air dengan bronjong, mengarah ke mulut jembatan,’’ terangnya.

Sahdan menyebut, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan permanen itu sekitar Rp250 juta per unit. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tiga jembatan provinsi yang putus di kawasan Tambora sekitar Rp750 juta.

‘’Perbaikan diusulkan menggunakan dana tak terduga. Karena ini ndak masuk dalam program percepatan jalan,’’ terangnya.

Sahdan mengatakan, jembatan yang tadinya putus sekarang sudah dapat digunakan. Karena dilakukan perbaikan sementara dengan menumpuk tanah di bagian jalan yang putus. Namun, hal ini tak akan bisa bertahan lama. Begitu hujan turun, maka akan hanyut lagi. Sehingga perbaikan jembatan permanen perlu dipercepat.(nas)