Bangun Jalur Kereta Api Butuh Kajian Teknis

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa disebut masih membutuhkan pertimbangan panjang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kajian terkait hal-hal teknis baik dari segi komersial maupun kebutuhan masyarakat untuk pembangunan jalur kereta pertama di NTB tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Dr.H. Amry Rakhman, menerangkan fungsi kereta api akan sangat berbeda dengan transportasi massal lainya. “Ini berbeda dengan bus yang memang fungsinya untuk (angkutan massal) itu. Satu kereta api dengan sekian gerbongnya, berarti paling tidak ada aspek-aspek komersial penumpang dan lainnya yang harus dipertimbangkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020 di Mataram.

Iklan

Menurutnya, jika pembangunan jalur kereta api tersebut benar-benar mendesak maka Dinas Perhubungan sebagai pihak yang berwenang dipersilakan melakukan survei awal sebelum feasibility study (FS) atau uji kelayakan. Terutama untuk menjawab apakah pembangunan jalur kereta secara teknis dan non-teknis benar-benar bisa dilakukan.

‘’Aspek non-teknis dan teknisnya seperti apa? Kalau nanti pertimbangannya kepada permintaan pasar dan jumlah penduduk Pulau Sumbawa. Kalau banyak (layak, Red) tentu diharapkan,’’ katanya. Jika survei awal telah dilakukan, pihaknya akan meninjau kembali rencana pembangunan jalur kereta tersebut.

Diterangkan, berdasarkan hitungan kasar jumlah penduduk di Pulau Sumbawa jauh lebih sedikit dibanding penduduk di Pulau Lombok. Selain itu, topografi dengan perbukitan dikhawatirkan menjadi penghalang rencana tersebut.

Kedua hal tersebut menjadi penghalang awal untuk mewujudkan pembangunan jalur kereta. Dengan demikian, dalam tahap awal survei diharapkan menampung aspirasi masyarakat di Pulau Sumbaa terkait kebutuhan transportasi massal seperti kereta. “Apakah secara teknis untuk kereta api itu sudah sesuai atau tidak sesuai? Kalau iya, kita pertimbangkan juga kebutuhan pasarnya,” jelas Amry.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs.H.Lalu Bayu Windia, menerangkan pihaknya akan melakukan survei terkait potensi pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa. Hal tersebut didasarkan pada jarak tempuh di Pulau Sumbawa yang lebih dari 500 kilometer sehingga masuk dalam regulasi yang berlaku.

 ‘’Kalau jarak tempuh 500 kilometer itu kereta api layak ada. Kalau di bawah 500 kilometer, cukup transportasi darat seperti bus,’’ ujar Bayu. Dalam proyeksi awalnya, jalur kereta api tersebut direncanakan membentang melintasi seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, mulai dari Poto Tano hingga Sape.

Untuk itu pihaknya akan melakukan survei awal yang dibutuhkan untuk rencana tersebut. Mengingat jalur kereta sampai saat ini belum ada di NTB, pihaknya optimis proyek tersebut akan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Terutama masyarakat Pulau Sumbawa terkait kebutuhan efisiensi transportasi.

“Itu in-line dengan rencana nasional yang akan mendirikan perusahaan kereta api juga,’’ tandas Bayu. (bay)