Bangun Identitas Daerah untuk 20 Tahun ke Depan

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengajukan Raperda tentang rencana pembangunan industri Provinsi NTB tahun 2020-2040. Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan salah satu alasan pengajuan Raperda tersebut adalah membangun citra dan identitas daerah.

Dalam rapat paripurna yang digelar di Kantor DPRD NTB, Jumat, 4 Desember 2020, Wagub mengatakan, secara umum, alasan yang mendasari diajukannya Raperda Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTB dalam 20 tahun mendatang. Karena industrialisasi berpotensi besar dalam memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Kemudian menciptakan iklim bisnis yang positif.

Selain itu, membangun citra dan identitas daerah, mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan. Selanjutnya, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu daerah dan memberikan dampak sosial yang positif.

Urgensi penyusunan Raperda ini, kata Wagub, berdasarkan ketentuan pasal 10 dan pasal 11 UU No. 3 tahun 2014 tentang perindustrian. Di mana, setiap gubernur dan bupati/walikota menyusun rencana pembangunan industri provinsi dan rencana pembangunan industri kabupaten/kota.

‘’Peran pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor industri ke depan dilakukan secara terencana serta disusun secara sistematis dalam suatu dokumen perencanaan. Dokumen perencanaan tersebut harus menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan industri dan pengembangan wilayah,’’ terangnya.

Wagub menambahkan, dalam RTRW NTB mengamanatkan bahwa, arahan pengembangan industri di NTB adalah, dibentuknya kawasan agroindustri dan pengembangan IKM  di kawasan yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi NTB.

Di samping itu, Provinsi NTB telah memiliki peta panduan pengembangan industri unggulan provinsi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 100/m-ind/per/8/2010, tentang peta panduan (road map) pengembangan industri unggulan provinsi NTB.

‘’Sehingga peta panduan pengembangan industri unggulan provinsi tersebut, diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan industri provinsi,’’ terangnya.

Ia menambahkan NTB mempunyai 10  kabupaten/kota yang cukup potensial dalam pengembangan industri. Karena memiliki sumber daya alam seperti hasil laut, peternakan dan pertambangan yang sangat melimpah. Serta lahan untuk pengembangan industri yang cukup tersedia untuk pembangunan kawasan industri dan sentra industri kecil dan menengah (IKM).

Potensi industri yang cukup besar di wilayah provinsi NTB ini, dapat dilihat dari perkembangan kegiatan industri dan perdagangan dari tahun ke tahun yang semakin meningkat dan minat investor yang tinggi.  Memperhatikan potensi yang ada tersebut, penting adanya perencanaan pembangunan industri yang komprehensif dan fokus, agar arah pembangunan industri di provinsi NTB dapat berjalan efektif dan efisien serta mampu mencapai sasarannya. (nas)