Bangun Campuspreneurship, Garap Wisata Desa

Tim UTS bersama BPPD NTB.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – UTS melalui Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB telah membahas terkait campuspreneurship. Dengan memanfaatkan potensi wisata dari desa desa yg ada di Sumbawa untuk dipromosikan dalam bingkai digital startup.

Tujuannya agar sustainability dari program UTS di desa dapat terus dilakukan dan dikenalkan ke seantero negeri. Dalam diskusi saat kunjungan UTS BPPD, Kepala BPBD Ari Garmono juga banyak memberikan informasi terkait perkembangan Start Up Digital di NTB terutama terkait promosi wisata. Fokus BPPD saat ini adalah bagaimana pengembangan bisnis model dalam bentuk digital dan rencana membuat gerakan 1000 digital start-up di NTB.

Iklan

Pemaparan tersebut disambut antusias oleh Warek III UTS, Khotibul Umam. Mengingat UTS juga menggarap Inkubasi Teknologi. “”Kami di Bidang Riset dan Inovasi ingin berfokus kepada pembentukan Entrepreneur di wilayah UTS,” ujarnya.

Dalam diskusi interaktif tersebut, pihak BPPD banyak memberikan gambaran terkait pentingnya peran developer dalam mendongkrak perekonomian di sistem yang serba online seperti saat ini. Juga bagaimana pengembangan pariwisata kedepannya, dari sudut pandang entrepreneur. “Jangan mengukur desa Wisata dari sudut pandang kita, tapi dari pasar. Oleh sebab itu perlu riset dan pasar kita  itu ada di luar potensinya besar, seperti USA, negara2 Eropa dll. Semua desa bisa dikembangkan karena Kita Membangun ekonomi berbasis kebudayaan. Harus ada inisiasi untuk itu, Dan saat ini masih jarang dibicarakan,” kata Askar, salah satu pengurus BPPD.

Dalam diskusi tersebut, Warek III UTS juga memberikan penjabaran terkait program Merdeka yang juga fokus pada pengembangan desa wisata Dan Desa budaya. “Ada banyak hal yang dapat Kita sinkronkan, seperti Desa Wisata yang menjadi salah satu tema unggulan dari Program Merdeka, juga Start Up untuk mahasiswa agar saat Lulus mereka sudah memiliki usaha. Kami pun saat ini sudah memiliki lembaga Career development center (CDC) yang concern di bidang penyiapan mahasiswa pasca lulus untuk berkarir, Baik wirausaha maupun dunia industri,” sebut Umam.

Tim BPPD menyarankan untuk Pihak UTS juga melakukan diskusi lebih lanjut dengan Sekolah Tinggi Pariwisata. Sebab ada kesamaan program terkait desa Wisata yang sinkron dengan Program Merdeka dan nilai campuspreneur yg ingin diwujudkan. Menurut Umam, Tim BPPD memberikan masukan bahwa untuk menuju ke tahap campuspreneur maka perlu upaya sejak dini mereka dikenalkan dengan startup. Mahasiswa dalam hal ini perlu ada wadahnya baik UKM atau yang lainnya. Harapannya, setelah Lulus sudah menjadi start up yang siap untuk bersaing.

Diskusi tersebut diakhiri dengan kesiapan BPPD dalam mendukung program UTS terutama yang terkait di bidang promosi Dan pariwisata daerah. Serta program pembentukan start up untuk menyokong perekonomian daerah maupun provinsi. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional