Bangun Akses LIA-KEK Mandalika, Pemda di NTB Ditenggat Dua Minggu

Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pascapertemuan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono beberapa hari lalu, percepatan pembangunan akses jalan dari Lombok International Airport (LIA) menuju KEK Mandalika terus dilakukan.

Bahkan, Menteri PUPR memberikan deadline (tenggat) kepada Pemda, baik provinsi dan Lombok Tengah selama dua minggu untuk penetapan lokasi pembangunan akses jalan tersebut.

Iklan

‘’Kita ditenggat waktu oleh Pak Menteri dua minggu setelah pertemuan kemarin harus selesai penetapan lokasi,’’ ungkap Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 28 Maret 2019 siang.

Ardhi mengatakan, pihaknya sudah sepakat dengan Pemkab Lombok Tengah untuk menuntaskan penetapan lokasi selama seminggu. Paling lambat minggu depan sudah selesai penetapan lokasi pembangunan proyek by pass LIA-KEK Mandalika.

Setelah penetapan lokasi, maka akan dilanjutkan dengan persiapan appraisal lahan. Apabila pembebasan lahan cepat, maka pada 2019 ini bisa langsung dilakukan pembangunan konstruksi proyek by pass LIA-KEK Mandalika sepanjang 17 Km tersebut.

Ardhi menambahkan, dari 24 usulan proyek bidang ke-PU-an yang diusulkan dalam rangka mendukung pelaksanaan MotoGP 2021, pembangunan tiga infrastruktur yang direspons dan paling urgen dibangun. Yaitu, akses jalan by pass LIA-KEK Mandalika, pembangunan embung retensi dan saluran pengendali banjir di KEK Mandalika.

‘’Tugas kita daerah memastikan penetapan lokasinya. Hari ini kita sudah rapat dengan Lombok Tengah terkait dengan kesesuaian ruang. Kemudian minggu depan keluar penetapan lokasinya. Kalau itu sudah, nanti kita informasikan ke Dirjen Bina Marga,’’ ucapnya.

Selain pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika, Ardhi mengatakan pembangunan dua infrastruktur agar Mandalika menjadi aman juga dilakukan tahun ini. Yakni pembangunan embung retensi dan saluran pengelak banjir.

Untuk pembebasan lahan proyek by pass LIA-KEK Mandalika, Ardhi menyebutkan kebutuhan anggaran sekitar Rp127 miliar. Sementara itu, Kementerian PUPR menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk konstruksi dan pembebasan lahan.

‘’Prinsipnya, Kementerian PUPR mem-back up daerah untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Saya sudah bicara dengan Pak Wakil Bupati Lombok Tengah. Pemkab siap mendukung supaya ini kondusif proses pembebasan lahannya. Dan Pak Wabup bersyukur pembebasan lahan bisa ditalangi oleh pusat,’’ pungkasnya. (nas)