Bangun 200 Rumah Nelayan, Warga akan Dibebani Biaya Sewa

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat pesisir Pantai Ampenan bakal direlokasi ke perumahan nelayan yang dibangun sebanyak 200 unit. Untuk dapat menempati rumah itu, warga harus menyiapkan uang. Pasalnya, Pemkot Mataram akan membuat regulasi penarikan biaya sewa.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Kota Mataram, H.M. Kemal Islam mengatakan, sekecil apapun penarikan biaya sewa itu sebenarnya bukan bermaksud mendapatkan pendapatan asli daerah. Tapi mempertegas bahwa lokasi itu adalah diberikan hak guna bangunan ke masyarakat oleh pemerintah.

Iklan

“Yang jelas itu aset pemerintah dan akan mengarah ke sana. Saya menunggu kesiapan Camat Ampenan yang baru,” kata Kemal tanpa menyebutkan berapa biaya sewa yang bakal ditarik per unit.

Konsep rumah nelayan dibangun nanti tidak jauh berbeda dari pembangunan rumah nelayan sebelumnya. Bedanya luas tanah dibutuhkan sekitar 1,5 – 2 hektar untuk membangn 200 unit.

Pendanaan nantinya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pemkot Mataram hanya menanggung biaya pembebasan lahan.

“Untuk fisik sudah ada  pembicaraan walikota dengan kementerian. Pemerintah pusat sudah siap mendukung sepanjang tanahnya dibebaskan pemda,” terangnya.

Mantan Kadis Pertamanan memprediksi warga harus direlokasi sekitar 100 kepala keluarga. Sehingga, disiapkan rumah 200 unit.

Dia menyebukan, tahapan hingga saat ini, pertama, yang harus dilakukan meminta masyarakat membuat pernyataan sikap untuk siap ditata. Karena, mereka menempati tanah orang.

Kedua, akan dilakukan pembicaraan dengan pemilik tanah. Setelah ada kesepakatan mau menjual baru masuk pada pembentukan tim appraisal.

Tim appraisal sudah melakukan penjajakan dan pendekatan dengan pemilik tanah. “Kalau tidak mau ditata mereka harus ke luar dari tanah orang,” jawabnya.

Jika ada kesepakatan maka akan segera dipertemukan pemilik lahan dengan Badan Keuangan Daerah. Pembayaran lahan berdasarkan hasil perhitungan appraisal. Pemerintah tidak mungkin membayar tanah di atas ketentuan appraisal.

Kemal belum berani memastikan kapan perumahan nelayan rencananya di bangun di Kebon Talo Kelurahan Bintaro Ampenan bisa terealisasi. Sebab, ini tergantung kesiapan Pemda dan masyarakat. “Lebih cepat lebih bagus. Yang kita tata itu mulai Depo Pertamina Ampenan,” ujarnya.

Rumah nelayan dibangun oleh Pemkot Mataram tak terlepas dari persoalan sengketa lahan dihadapi oleh masyarakat di Kelurahan Bintaro. Sebanyak 55 kepala keluarga digugat oleh pemilik lahan. Putusan pengadilan memenangkan penggugat. Dan, warga mengosongkan lahan tersebut.

Sebagai kompensasinya, Pemkot Mataram kemudian berencana membangun 200 unit rumah nelayan. Dengan alasan penataan kawasan pinggir pantai agar tak terkesan kumuh. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here