Bangkitkan Sektor Pertanian, IKA Unram Gelar Workshop Petani Milenial

IKA Unram gelar workshop petani milenial. (Suara NTB/ist). 

Mataram (Suara NTB) – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA-Unram) menggelar kegiatan Wokshop Petani Milenial. Kegiatan yang berlangsung secara offline dan online tersebut merupakan upaya IKA Unram melakukan regenerasi petani di wilayah NTB.

Hal itu menyusul, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang masuk katagori penyumbang PDRB terbesar di Provinsi NTB. Sehingga, kehadirannya akan sangat memberi kontribusi bagi ketahanan pangan secara Nasional

Iklan

Ketua Pengurus Pusat IKA Unram Hj Baiq Isvie Rupaeda mengatakan, kegiatan Wokshop Petani Milenial, tidak lain merupakan upaya nyata pihaknya untuk terus berkontribusi menjadikan sektor pertanian menjadi sektor yang menguntungkan.

Terlebih, sektor pertanian di NTB dikenal dengan sebutan Bumi Gogo Rancah (Gora). Oleh karenanya, kejayaan sektor pertanian yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus terus dikenalkan.

“Disini IKA Unram perlu dan wajib mengenalkan kejayaan provinsi NTB sebagai lumbung pangan nasional dengan predikat Bumi Gogo Rancah pada kalangan generasi milenial, utamanya kalangan mahasiswa,” ujar Isvie Rupaeda dalam siaran tertulisnya, Kamis, 16 September 2021.

Di mana, lanjut Isvie, dalam kondisi perubahan itu. Tentunya, isu- isu strategis sektor pertanian di wilayah Provinsi NTB. Di antaranya, lahan pertanian yang kian menyempit, ketersediaan pupuk/pestisida, harga komoditas pertanian yang acap kali anjlok, hingga alih teknologi dan market demand harus bisa dijawab oleh pemerintah daerah.

“Selaku Ketua IKA Unram, saya melihat potensi generasi milenial sangat strategis dalam ikhtiar memberi kontribusi terhadap kemajuan daerah, khusususnya melalui kebangkitan sektor pertanian di wilayah NTB,” kata Isvie.

Menurut dia, dengan potensi populasi generasi milenal yang kini angkanya sekitar 30 persen dari total penduduk di NTB, maka dorongan dan pendampingan, untuk mengajak mereka berpikir dan bertindak kreatif dalam situasi persaingan global saat ini, sangat dibutuhkan.

Apalagi, papar Isvie, merujuk data BPS Provinsi NTB, saat ini, lulusan Perguruan Tinggi atau Universitas mendominasi pengangguran terbuka di NTB. Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 7,07 persen atau 7.711 orang dari keseluruhan tingkat pengangguran terbuka sebanyak 3,97 persen atau 109.070 orang.

Di mana, BPS juga mencatat trend pengangguran lulusan universitas meningkat dibandingkan Februari 2020 yang berjumlah 3,09 persen atau meningkat 3,11 persen (Year on Year/YoY), dan meningkat 2,03 persen dibandingkan Agustus 2020 yang tingkat pengangguran 5,02 persen.

“Maka, Workshop Petani Milenial ini menjadi penting untuk memberi ilmu praktis bagi generasi milenial, mengingat sektor pertanian akan bisa membawa secerca harapan bagi kebangkitan perekonomian NTB di era Pandemi Covid-19. Dengan demikian, istilah pengangguran pada usia milenial ini akan berkurang secara signifikan,” jelasnya. (ndi).

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional