Bangkitkan Pariwisata di Saat Pandemi, Desa Giri Sasak Adakan Jelajah Wisata dan Tanam 1000 Pohon

Destinasi wisata Batu Gendang yang menjadi lokasi jelajah wisata dan penanaman 1000 pohon beringin. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa di Lombok Barat berupaya membangkitkan pariwisata di tengah kondisi transisi new normal melalui mengoptimalkan desa-desa wisata yang ada. Salah satunya desa wisata Giri Sasak Kecamatan Kuripan, menghidupkan kembali wisatanya dengan mengadakan even jejalah wisata. Dua obyek wisata di desa itu, yakni Bukit Leddu dan Batu Gendang yang tengah hits di kalangan anak muda ini akan dijelajahi oleh 250-300 peserta jelajah wisata.

Selain jelajah wisata, Pemdes setempat bersama beberapa komunitas juga mengadakan penanaman 1000 pohon beringin untuk melestarikan kawasan wisata Gunung Sasak. Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan, jelajah dan penanaman pohon yang digelar hari Minggu, 23 Agustus 2020 dengan komunitas Gembos serta Terabas untuk memperkenalkan destinasi wisata di desanya, sekaligus penghijauan.

Iklan

“Kami mengadakan kegiatan jelajah wisata (batu gendang dan Bukit leddu) untuk memperkenalkan wisata, sekaligus penghijauan dengan menanam 1000 pohon beringin seputaran wisata desa Giri sasak yang ada di sekitar Gunung sasak ini,” jelas Hamdani.

Rute jelajah wisata ini akan dimulai dan berakhir di Batu Gendang, lalu menempuh perjalanan dengan waktu tempuh 4-5 jam menyusuri kawasan wisata itu. Rute ini sendiri sudah disurvey oleh tim. Sedangkan untuk penghijauan, para pengurus Pokdarwis sudah menyiapkan bibit Beringin, disamping nanti pihaknya akan meminta bantuan ke dinas kehutanan provinsi. Jelajah wisata dan penghijauan ini didukung juga oleh Polsek Kuripan dimana nantinya penyelenggaraannya tetap menggunakan protokol covid-19, dengan melibatkan peserta 250-300 orang dari pulau Lombok. Tidak sebatas dari daerah Lobar saja. Beberapa komunitas yang turut serta mendukung juga ingin membantu desa memperkenalkan destinasi wisata setempat.

Para pemuda setempat yang tergabung dalam pokdarwis juga begitu bersemangat mendukung. “Tidak saja jelajah wisata dan penghijuan, rencananya ada santunan dari pihak Terabas, mungkin berbentuk sembako kepada masyarakat sekitar,” ujar dia.

Santunan ini tentu sangat membantu warganya, ditengah pandemi ini kondisi perekonimian warga sangat terdampak. Even yang diadakan ini tambah dia, tentunya menggeliatkan wisata di desa itu yang dirintis sejak lama. Pasalnya hampir setengah tahun, kondisi wisata vakum.

“Selain itu bisa menghidupkan lagi ekonomi pedagang kecil,” ujar dia.

Ia menambahkan, ide kegiatan ini muncul ketika beberapa komunitas adakan acara di Gunung Sasak. Mereka makan siang di batu gendang, dengan memesan makanan di warga. Dalam diskusi dengan mereka, munculah rencana ini. Destinasi wisata Bukit Leddu dan Batu Gendang Desa Giri Sasak sendiri menjadi spot wisata pilihan masyarakat yang dekat dengan daerah ibu kota Gerung.

Hanya butuh waktu perjalanan 10-15 menit dengan jarak tempuh dua hingga tiga kilometer, pengunjung bisa menjangkau spot wisata ini. Spot wisata yang banyak dikunjungi ini menyajikan pemandangan alam gunung Sasak nan hijau dengan pepohonan. Ditambah lembah dan pembuktian menjadi daya tarik wisata yang telah disiapkan tempat swafoto ini.

Untuk bisa ke lokasi wisata yang dirintis oleh pemerintah Desa setempat tersebut, pengunjung bisa melalui beberapa jalur. Pengunjung yang tiba dari bandara bisa langsung mengikuti jalur ke Lobar-Mataram. Setiba di perbatasan Lombok barat dan Lombok Tengah, ambil jalur kanan langsung menuju lokasi. Bisa juga melalui jalur kantor Bupati menuju Aik Ampat ke Tempos langsung menuju lokasi. Alternatif akses jalan yang lumayan bagus bagi penghobi sepeda, bisa melalui jalur Jembatan Gantung Lembar, lalu menuju Giri Tembesi langsung menelusuri jalan aspal Hotmik Sepajang 2-3 kilometer. Jalan ini melewati persawahan warga yang bisa memanjakan mata pengunjung.

Tak hanya persawahan, pengunjung bisa mengadu adrenalin melalui jalur menanjak perbukitan dengan pemandangan tak kalah indahnya. Setelah itu tiba di daerah dataran rendah, pengunjung kembali disuguhkan persawahan warga yang hijau rowo-rowo. Pengunjung dari Loteng juga mudah ke lokasi wisata juga karena dekat dengan perbatasan. Tiba di spot wisata ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam pegunungan. Dua spot wisata, bukit Leddu dan batui Gendang hanya berjarak beberapa belas Meter saja, bisa ditempuh dua menit perjalanan. Akses jalannya pun sangat bagus. Di dua spot wisata ini disiapkan tempat Selfi dan berugak untuk beristirahat menikmati alam perbukitan. (Her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional