Bangkitkan Ekraf, Pesona Khazanah Ramadhan 2021 Siap Digelar

Peluncuran Pesona Khazanah Ramadhan 2021 oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Senin, 19 April 2021. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pesona Khazanah Ramadhan sebagai event tahunan pariwisata NTB selama bulan Ramadhan kembali digelar tahun ini. Mengangkat tema pengembangan ekonomi kreatif (ekraf), kegiatan tersebut ditargetkan membuka kembali pasar untuk hasil kerajinan dan produk lokal asli NTB.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Lalu Moh. Faozal menyebut masih banyak tantangan yang perlu dihadapi dalam pengembangan ekraf di NTB. Dengan adanya pandemi coronavirus disease (Covid-19) yang berlangsung sejak Maret tahun lalu, pengembangan tersebut membutuhkan upaya-upaya ekstra.

Iklan

“Ada beberapa hal yang harus kita bedah kenapa produk ekraf dari UMKM kita sulit mendapat tempat. Padahal pengembangan industri sudah menjadi lokomotif aktivitas kita di NTB, kemudian hotel dan restoran juga menunggu produk-produk (UMKM) kita itu,” ujarnya pada soft lunching Psona Khazanah Ramadahn, Senin, 19 April 2021 di Mataram.

Untuk itu, sebagai rangkaian program tersebut pihaknya juga memberikan pelatihan untuk penguatan produk dan branding pada 50 unit usaha kreatif yang tersebar di seluruh NTB. Terutama untuk memenuhi 17 kriteria ekraf yang ada seperti desain interior, desain produk, kriya, kuliner, fesyen, dan lain-lain.

Menurut Faozal, sektor ekraf perlu menjadi perhatian karena nilai tambah yang diberikannya pada produk-produk pariwisata NTB. Dicontohkan seperti produk kopi dan ketat yang telah memiliki tempat hingga masuk dalam pasar ekspor ke luar negeri.

“Karena itu mulai 19-24 April ini kita kumpulkan semua pelaku usaha kita untuk kurasi dan membahas skenario bisnis. Kemudian 24-25 April mendatang bisa mengikuti temu bisnis untuk membahas pengembangan usahanya,” ujar Faozal.

Pesona Khazanah Ramadahan akan digelar dengan konsep hybrid di area Lapangan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB pada 19 April – 22 Mei mendatang. Di mana pembukaan kegiatan tersebut akan dilakukan pada 22 April, diikuti dengan dibukanya Crative Hub Bazzar Ramadhan yang menghadirkan seluruh produk ekraf yang ada di NTB.

Kemudian pada 29 April digelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an, dan pada 1 Mei digelar Moeslim Fashion Industry. “Kegiatan ini juga kita harapkan menjadi perhatian. Karena kita ingin industri fesyen kita yang sudah berkembang bisa mendapat tempat, terutama untuk menjadikan NTB ini pusat fesyen muslim,” jelas Faozal.

Sekjer Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), Hery Margono menyebut untuk meningkatkan daya saing dan branding produk beberapa hal perlu menjadi perhatian pelaku usaha di NTB. Antara lain strategi membangun merek dagang, memperbaiki kemasan, memperhatikan teknik pemasaran yang persuasive, dan pemanfaatan sosial media.

“Selain itu perlu juga diperhatikan kekuatan kelembagaannya. Termasuk membangun jaringan dengan semua pihak, baik pemerintah dan lain-lain,” ujarnya. Diterangkan Hery, kunci untuk meningkatkan usaha memang ada dua. Antara lain inovasi dan jaringan yang luas. “Karena itu jaringan perlu terus dibangun,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti menyebut diselenggaraknnya Pesona Khazanah Ramadhan untuk tahun ini sangat membantu peningkatan produktifitas ekraf di NTB. Terlebih program tesebut ditautkan dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Urusan ekraf memang tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Masalah utama kita sebenarnya adalah kemampuan SDM yang belum sesuai dengan permintaan pasar, karena rata-rata produk kita masih home made. Tapi di luar itu, kita harus mengapresiasi Khazanah Ramadhan ini yang menciptakan pasar di tengah pandemi sekarang ini,” tandas Nelly. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional