Bangkit dari Pandemi, Libatkan Pengusaha Menumbuhkan Enterpreneur Baru

Izzat Husein. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Tidak ada yag tahu, kapan Covid-19 ini akan berakhir. Tetapi tidak lantas harus menyerah pada keadaan. Tidak ada pilihan, wirausaha harus bangkit. Wirausaha harus kreatif dan memiliki keunggulan produk. Demikian petikan diskusi media dengan pengusaha property senior, Drs. H. Izzat Husein, MM.

Pandemic Covid-19 ini belum dapat diprediksi, kapan ujungnya. Dampaknya sangat dahsyat terhadap seluruh lini. Dampak ini juga dirasakan global. Owner PT. Lombok Royal Property ini mengatakan, usaha dan ekonomi harus digerakkan. Meskipun sangat berat. Menurutnya, harus saling bahu membahu. Pemerintah, dengan seluruh stakeholders untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi.

Iklan

Izzat Husein terutama sekali menyorot wirausaha sebagai tulang punggung perekonomian. Bangkit di tengah pandemi ini menurutnya tidak bisa ikut-ikutan. “Misalnya di Kota Mataram, ada buka warung kopi, ikut buka warung kopi. Ada buka café, yang lain ikut-ikutan buka cafe. Ikut-ikutan ini yang usia usahanya tidak bertahan lama. Karena itu, ini harus diatur, pemerintah juga punya peran di sana,” ujarnya.

Harus ada gerakan revolusi untuk mendongkrak keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini. Harus ada keunggulan produk menurutnya. Harus ada nilai lebih dari produk-produk yang usahanya sudah ada. Apalagi usaha-usaha di NTB harus mengikuti usaha-usaha yang sudah banyak di Pulau Jawa. “Lebih-lebih kalau bahan baku produknya dari Jawa. Tidak bisa membuat produk yang sama. Harus tetap ada keunggulan yang dibuat. Karena pangsa pasar kita tidak skalanya NTB saja, pangsa pasarnya keluar NTB, kan cara pemasarannya sekarang sudah tidak lagi konvensional. Tidak ada sekat untuk kita memasarkan produk hanya di dalam daerah saja. Karena itu harus ada keunggulan produknya,” imbuhnya.

Jika memungkinkan, wirausaha bisa melakukan studi banding ke usaha-usaha sukses yang sudah ada. Study banding bisa dilakukan secara langsung, atau bisa juga secara virtual. Izzat Husein menambahkan, untuk menumbuhkan wirausaha ini, bisa juga dilibatkan pengusaha-pengusaha lokal yang sudah sukses untuk saling memotivasi dengan wirausaha-wirausaha baru.

Pengusaha dimaksud tentu pengusaha lintas usaha. Tergantung kebutuhan. Misalnya, pengusaha property juga bisa dilibatkan. Bagaimana UKM memanfaatkan peluang usaha di ceruk-ceruk pasar yang ada di komplek yang dibangun oleh pengembang. “Mana saja proyek-proyek pengembang. Apa saja usaha-usaha yang bisa dilakukan. Pengembang bisa berbagi. Ada 20.000 rumah setahun yang bisa jadi pangsa pasarnya. Pemerintah di sini hadir. Jembatani UKM-UKM kita saling memotivasi. Saya kira pengusaha-pengusaha ini memiliki tanggung jawab moral untuk saling mensupport dengan UKM-UKM baru ini,” imbuhnya.

Ia melihat, minim sekali dunia usaha dilibatkan. Padahal pengusaha-pengusaha ini bersedia saling berbagi resep berbisnis, atau merebut peluang usaha. Tanpa harus dibayar sekalipun. “Bila perlu, pengusaha-pengusaha yang sudah eksis ini bisa jadi ayah angkat usaha-usaha baru. Sehingga usaha-usaha baru ini bisa berdaya saing. Tidak sekedar asal-asalan,” tambahnya. Ide yang disampaikannya ini, jika dilakukan harapannya dapat menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi ditengah pandemi. Pemerintah punya peran strategis dalam hal ini sebagai jembatan. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional