Bang Zul Dinilai Cukup Serius Tampil ke Pentas Nasional

H. Zulkieflimansyah

Mataram (Suara NTB) – Langkah politik Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah untuk naik ke pentas politik nasional dengan berkeliling bertemu sejumlah tokoh nasional belakangan ini. Dinilai bukan hanya sekedar untuk sensasi semata. Akan tetapi gerakan politik tersebut memang cukup serius dibangun.

Demikian penilaian yang disampaikan oleh pemerhati politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid kepada Suara NTB, Minggu, 28 Maret 2021. Ihsan membaca gerakan Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di NTB itu memiliki target-target politik jangka panjang.

Iklan

“Melihat kecenderungan apa yang dilakukan bang Zul beberapa waktu belakangan ini yang sering membangun komunikasi dengan sejumlah kepala daerah, Menteri atau Ketum partai di pusat. Itu tentu bukan tanpa target politik, tidak ada ruang yang kosong,” ujarnya.

Disampaikan Ihsan, langkah Bang Zul tersebut dapat dibaca sebagai langkah awal dalam menyambut lampu hijau dari PKS yang membuka peluang bagi bang Zul untuk bisa tampil di panggung politik nasional.

“Karena PKS sebagai partai oposisi memang saat ini sedang memiliki persepsi publik yang cukup bagus sehingga dia harus running menggodok dan memberi peluang pada kadernya untuk membangun komunikasi di nasional. Termasuk yang sedang dikasi peluang ya Bang Zul,” sebutnya.

Selanjutnya, Bang Zul sendiri sangat menyadari betul peluang tersebut. Dia pun menyambutnya dengan baik untuk meningkatkan elektabilitasnya dengan terus menerus membangun perhatian publik dari aktivitasnya bertemu dengan para elit politik nasional.

“Saya kira bang Zul memang sadar betul bahwa di internal PKS dia punya peluang untuk tampil naik kelas di nasional. Sehingga dia mencoba maksimalkan itu dengan intens komunikasi sama irisan oposisi yang cukup menguat seperti Anies dan lain-lain. Soal dia berhasil atau tidak, yang jelas dia sudah melakukan itu jauh hari,” ungkapnya.

Intensitas Bang Zul bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies belakangan ini tentu tidak bisa dibaca normatif untuk urusan pemerintahan sebagai sesama kepala daerah. Tetapi juga sulit untuk menghadiri bahwa ada agenda politik yang coba digodok.

“Intensitas pertemuan ini upaya untuk membangun chemistry. Shingga Anies punya pilihan pada saatnya nanti, baik pilihan untuk di nasional sebagai Capres/Cawapres atau di nasional dia Cagub-cawagub DKI. Dari sini saya kira bang Zul sudah jelas tertarik balik ke pusat,” pungkasnya. (ndi) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional