Bandara Sekongkang dan Labuhan Lalar Siap Beroperasi

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Perhubugan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengatakan dermaga Labuhan Lalar dan bandara Sekongkang sudah siap beroperasi.

Persoalan yang dihadapi selama ini terhadap kedua fasilitas pelabuhan milik pemerintah itu, belum ada perusahaan yang memastikan diri menyatakan siap berinvestasi memanfaatkannya.

Iklan

“Soal izin tidak ada persoalan. Baik dermaga maupun bandara sudah acc (tuntas) di tingkat pusat,” cetus kepala Dishubkominfo KSB Ir. H. Mashur Yusuf, MT kepada media ini, Rabu, 21 September 2016.

Untuk dermaga Labuhan Lalar, Mashur mengatakan, izinnya sudah dilakukan perbaikan. Bahkan perubahan status dari dermaga lokal menjadi dermaga regional, sehingga dapat dimanfaatkan untuk transportasi laut antar pulau.

Demikian pula terhadap bandara Sekongkang. Sejak tahun lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perhubungan Udara telah menerbitkan izin operasional. Meski untuk beberapa hal, sejumlah fasilitas masih perlu dilengkapi di bandara yang dibeli Pemda KSB pada tahun 2010 silam itu. “Kalau bandara ada kekurangan fasilitas seperti mobil pemadam kebakarannya. Ke depan akan kita lengkapi, tapi soal izinnya sudah tidak ada masalah pada dasarnya,” timpal Mashur.

Untuk pemanfaatannya, di dermaga Labuhan Lalar baru-baru ini sebuah perusahaan telah menyatakan keinginannya untuk menepatkan rute kapal cepat. Kapal cepat itu nantinya akan melayani penyeberangan antar pulau dari Lombok ke pulau Sumbawa. “Informasi terbaru saya peroleh, kapal yang akan disiapkannya perusahaan itu akan dibawa ke sini. Jadi harapan kami bisa cepat karena memang kita menunggu mereka supaya dermaga bisa mulai dimanfaatkan,” sebutnya.

Sama dengan dermaga, di bandara Sekongkang sejak tahun lalu sejumlah perusahaan maskapai penerbangan telah menyatakan ketertarikannya untuk membuka rute baru dari dan menuju bandara Sekongkang. Sayangnya, ketertarikan itu masih sekadar penjajakan karena belum ada kesepakatan antara perusahaan dengan pemerintah.
Menurut Mashur salah satu yang menyebabkannya, karena perusahaan maskapai itu meminta subsidi kepada pemerintah. Hal ini untuk membantu masyarakat sehingga dapat memanfaatkan sarana transportasi udara yang akan disiapkannya. (bug)