Bandar Tramadol Mataram Ditangkap

Mataram (Suara NTB) – Bandar Tramadol, DN (24) dan MR (25) meringkuk di penjara Polres Mataram. Mereka ditangkap dengan barang bukti 25.200 butir Tramadol turut disita.

Dua pelaku itu diamankan tim resmob 701 Satreskrim Polres Mataram Selasa, 12 September 2017 sekitar pukul 14.00 Wita saat mengambil paketan di kantor jasa pengiriman paket kilat di Karang Sukun, Mataram Timur. Tim sudah menunggu dua pelaku di TKP sejak pagi hari.

Iklan

Ribuan butir tramadol tersebut dikirim dalam dua dus paket dibingkai lakban hitam. Paket tersebut tertera tujuan penerima dua orang berbeda dari pengirim di Jakarta.

Paket diakui pengirim berisi pakaian untuk mengelabui. Mereka diciduk saat akan mengangkut barang kiriman itu ke dalam mobil Xenia DR 1775 AU.

Barang bukti lainnya, yakni 2.520 strip pil tramadol produksi PT Promedrahardjo Farmasi Industri, telepon genggam, dan resi pengiriman.

Pelaku DN mengaku menjual tramadol tersebut dalam jumlah besar. “Tidak pernah saya ecer. Saya lepas segini-gini saja, Rp 50 ribu, Rp 55 ribu,” ujarnya sambil menunjuk satu bundel tramadol yang berisi 25 strip.

Dia mengakui memesan kepada seseorang di Sulawesi Selatan. Setelah pembayaran disetor, barang pesanannya kemudian baru dikirimkan.

Dari hasil menjual grosir tramadol, ia mendapat keuntungan dua kali lipat. “Ya modal saya Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Kalau laku semua ini bisa dapat Rp 10 juta sampai Rp 11 juta,” ungkapnya.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad menerangkan, pelaku sudah menerima paketan yang sama sebanyak lima kali sebelum tertangkap kemarin.

“Tramadol ini diedarkan ke wilayah Mataram, salah satunya Gomong. Dia sudah punya pelanggan tetap,” terangnya. Dua pelaku menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba untuk penyidikan lebih lanjut. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional