Bandar Sabu Samarkan Transaksi dengan Jualan Jajanan Pasar

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Elyas Ericson (memakai pelindung wajah) menunjukkan  barang bukti sabu 90,71 gram yang disita dari bandar di wilayah Babakan, Sandubaya, Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Bandar narkoba berinisial NB alias DN (37) menyamarkan bisnis haramnya berjualan sabu. Warga Babakan, Sandubaya, Mataram ini menjual sabu dengan dalih berjualan jajanan pasar. Tapi, aksinya terbongkar. Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, tersangka NB meramu sabu di dalam gudang pembuatan jajanan. “Di situ ada jual tepung. Tapi isinya sabu,” ucapnya Rabu, 12 Agustus 2020.

NB kepergok polisi saat baru selesai mendapat kiriman barang. Awalnya, informasi yang masuk mengenai adanya transaksi pengiriman sabu seberat 1 ons ke NB. “Kita telusuri, kita kembangkan. Dapat lah si NB ini. Barang buktinya 90,71 gram,” terangnya. Sabu itu ditemukan di dalam kamar tidur NB. Banyaknya dalam 29 poket plastik klip siap edar. Disita juga uang tunai Rp2,9 juta, dan dua ponsel alat transaksi.

Iklan

Tersangka, kata Ericson, sudah berdagang sabu selama enam bulan belakangan ini. Tersangka menyamarkan aktivitas di balik bisnis jajanan pasar istrinya. Tetapi belum ada bukti istri tersangka terlibat dalam bisnis sabu tersebut. Baru kali ini aktivitas NB tercium. Tersangka NB termasuk bandar yang punya modal. Setiap pemesanan sabu selalu menyetorkan uang muka pembelian. “Belinya Rp15 juta. Sumber barangnya sedang kita telusuri,” sebut Ericson.

Tersangka NB kemudian memecah gelondongan sabu itu menjadi poket kecil siap edar. Sabu dijajakan dalam ukuran seharga Rp100 ribu. NB terancam pidana penjara paling lama 20 tahun dari sangkaan pasal 114 dan atau 112 UU RI No35/2009 tentang Narkotika. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here