Balita Alami Luka Bakar Terguyur Air Sisa Rebus Mi Instan

Eka Muliati saat memangku putranya yang dirawat di RSUD Dompu, Sabtu, 9 Januari 2021.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Muhammad Khairil anak bawah lima tahun (Balita) putra dari pasangan Kamaluddin – Eka Muliati warga Doropeti kecamatan Pekat harus mendapat perawatan intens dari tenaga medis karena luka bakar yang dideritanya. Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar karena terkena air panas sisa rebusan mie instan kakaknya di rumah. Kendati tergolong keluarga tidak mampu, Khairil tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan harus dirawat sebagai pasien umum.

Insiden kebakaran itu terjadi pada Minggu, 3 Januari 2021 saat bapak dan ibunya menjadi buruh tani di ladang tebu milik PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Mengetahui kejadian itu, kedua orangnya langsung bergegas pulang dan histeris mendapati anak keempatnya di Puskesmas Nangakara Pekat. “Karena luka bakar, makanya sampai ndak bisa dibuka. Tapi setelah 4 hari dirawat di Puskesmas baru matanya bisa dibuka sedikit – dikit. Itu artinya, ndak sampai merusak bola (kornea) matanya,” cerita Eka Muliati kepada Suara NTB di RSUD Dompu, Sabtu, 9 Januari 2021.

Kondisi ekonomi yang pas – pasan membuat Eka bersama keluarga pasrah dengan kondisi anaknya. Apalagi dirinya tidak termasuk sebagai anggota BPJS Kesehatan. Namun motivasi dan dukungan masyarakat, akhirnya Khairil bisa diobat lanjut hingga dirujuk ke RSUD Dompu. “Biaya berobat di Puskesmas mestinya 500 ribu lebih, hanya disuruh bayar 200 ribu. Rujukan (ambulance) juga hanya disuruh bayar 600 ribu,” ceritanya.

Eka mengaku, Khairil sudah mendapat tindakan medis dari tim dokter RSUD Dompu dengan melakukan operasi bedah dan masih beberapa kali tidakan operasiakan dilakukan untuk perawatan luka bakarnya. “Kita (dirawat) masih sebagai pasien umum. Ndak tau berapa biayanya nanti. Tapi alhamdulillah ada bantuan yang kita terima dari para donatur,” katanya.

Ia pun merasa bersyukur, karena ada banyak orang yang memberikan perhatian pada anaknya. Apalagi dengan kondisi keterbatasan ekonomi pihaknya. Ia pun berharap, anaknya bisa diobati dan tidak cacat. “Kita sangat berterima kasih kepada para donatur yang membantu pengobatan anak kami,” ungkapnya.

Di RSUD Dompu, Khairil masuk dengan status pasien umum sejak, Rabu, 6 Januari 2021. Namun informasi tentang kondisi khairil ini menyebar di media sosial, sehingga beberapa relawan dan donatur memberikan perhatian. “Alhamdulillah, ada sedikit dana yang kita serahkan ke keluarga untuk pengobatan. Kebetulan kami dititipi teman dari Surabaya, dan kita kumpulkan di sini,” kata Ida Paris salah seorang relawan di RSUD Dompu.

Humas RSUD Dompu, Ida Fitriani, S.Keb.Bd yang dihubungi Suara NTB membenarkan bahwa Khairil yang dirawat pihaknya menderita luka bakar terkena air panas. Khairil masuk sebagai pasien umum dan beberapa tindakan medis sudah dilakukan untuk pengobatan luka bakarnya.

Ida Fitriani yang juga perwakilan lembaga kesejahterana sosial anak (LKSA) Dompu tidak diam dengan kondisi kesehatan dan ekonomi yang dialami Khairil. Ia pun menkoordinasikan bantuan sosial dan lainnya untuk perawatan Khairil. “Alhamdulillah, rekan dari IBM (insan Bina Mandiri) akan mengurus BPJS. EF (endri Foundation Dompu) kolaborasi dengan BCC (Bima Care Center) yang merawat luka dan pengobatannya,” ungkap Ida. (ula)