Bakal Disuplai untuk RTG, Polisi Amankan Truk Pengangkut Kayu Diduga Hasil “Illegal Loging”

Polres Lobar mengamankan satu truk berisi kayu diduga hasil illegal loging (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Barat berhasil mengamankan dua pelaku illegal loging masing-masing berinisial Mr (26) tahun asal Batu Petak Desa Mareje dan S (37) Dusun Pelan Desa Mareje kecamatan Lembar. Penangkapan pelaku setelah polisi menangkap basah S membawa ratusan batang kayu tersebut menggunakan truk di jalan Raya Perampuan kecamatan Labuapi Selasa (26/3) lalu. Dari pelaku ini, disita satu truk bermuatan 104 batang kayu jenis  klotok, kayu buwuh dan kayu kapuk. Selain mengamankan satu truk ini,  polisi juga menyita ratusan kayu di tengah hutan yang belum sempat diangkut oleh pelaku.

Informasi yang diperoleh dari warga, kayu-kayu ini hendak dibawa ke Gunungsari untuk dijadikan bahan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di wilayah KLU. Kini kedua pelaku mendekam di tahanan Polres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasat Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono membenarkan penangkapan kedua pelaku tersebut atas dugaan melakukan illegal loging.  “Unit tipidter Satuan Reskrim Polres Lobar mengamankan dua pelaku diduga melakukan tindak pidana memiliki kayu hasil hutan yang di ambil atau di pungut dari kawasan hutan secara tidak sah berdasarkan laporan polisi nomor LP / 130 / III / 2019 / NTB / Res. Lobar / Sat Reskrim tanggal  26 Maret 2019, “jelas Kasatreskrim dikonfirmasi Sabtu,  30 Maret 2019.

Iklan

Kronologis pengungkapan kasus ini kata dia berawal dari anggota mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kendaraan jenis truk nomor polisi DR 8586 KZ mengangkut kayu.  Setelah menerima laporan itu, anggotan ini pun langsung bergerak melakukan penangkapan. Anggota berhasil mencegat pelaku di jalan raya Perampuan Labuapi. Setelah memeriksa kendraan tersebut ditemukan rarusan batang kayu  ditutup menggunakan terpal. Anggota pun langsung menanyakan surat surat kayu tersebut kepada sopir truk. Namun sopir tak bisa menunjukkan bukti berupa kelengkapan surat-surat kayu tersebut.

Pada saat pencegatan dilakukan anggota, kebetulan truk tersebut dalam kondisi mogok.  Kondisi ini dimanfaatkan oleh sopir truk  melarikan diri. Selanjutnya anggota mengamankan truk bermuatan barang bukti bukti berupa ratusan batang kayu serta pemilik kayu ( terlapor) yang ikut mengawal truk tersebut  ke polres lombok barat untuk di proses lanjut. “Diamankan pelaku dan satu unit kendaraan truk warna merah dengan nopol DR 8586 KZ. Dan 104 batang kayu berbentuk bahan jenis kayu klotok, kayu buwuh dan kayu kapuk,” jelas dia.

Pihaknyapun pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan berkoordinasi dengan pihak KPH Rinjani Barat. Setelah dilakukan interogasi terhadap Mr, bahwa kayu yang di amankan tersebut sebagian milik dari pelaku lain instal S.  Pihaknya pun berupaya menghubungi S untuk dikonfrontasi terkait pengakuan pelaku Mr tersebut. Setelah dihubungi, S pun datang ke Polres Lobar.  “Setelah dilakukan interogasi S mengakui bahwa kayu yang di amankan di polres Lobar milik mereka berdua,”jelas Priyo. Setelah mengamankan satu truk tersebut polisi kembali menyita ratusan batang kayu yang masih disimpan di tengah hutan. Kayu-kayu ini belum sempat dibawa pelaku. Polisi mengangkut kayu itu menggunakan truk dan menyimpannya sebagai barang bukti di mapolres setempat.

Sementara itu, pemerhati hutan lindung Mareje, Teguh Sahrial, Teguh Sahrial sangat berharap agar kasus illegal loging ini diusut tuntas oleh aparat. “Harapan kami selaku waarga kasus illegal loging ini diusut tuntas, ditindak juga pemodal, oknum cukong dibalik kasus ini. Jangan sampai yang ditangkap hanya pelaku kecil seperti sopir truk,”jelas dia.

Sebab kata dia, informasi yang diperolehnya bahwa kayu-kayu hasil illegall loging yang diamankan kepolisian bersama masyarakat hendak dibawa ke Gunungsari untuk digunakan sebagai bahan bangunan  rumah tahan gempa (RTG) di wilayah KLU. Menurut dia, kemungkinan karena harga kayu illegal loging ini haragnya  murah sehingga para oknum cukong menampung kayu untuk kemudian dijual. “Kayu-kayu illegal loging ini menurut informasi akan digunakan untuk pembangunan rumah gempa (RTG red) di wilayah KLU. Karena harga kayu ini murah makanya para cukong menampung,”jelas dia. (her)