Bahu Jalan Amblas, Jalan Selelos Terancam Putus

Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya mengecek kondisi jalan yang amblas. Pihak desa mengharapkan Pemerintah KLU segera memperbaiki jalan ini. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Jalan kabupaten jalur Karang Kates – Selelos di Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU) terancam putus. Hal ini disebabkan bahu jalan di titik km 12 amblas akibat erosi.

Pantauan koran ini Sabtu, 8 Februari 2020, bahu jalan di titik erosi menimbulkan lubang yang sewaktu-waktu meruntuhkan jalan aspal. Bahu jalan yang sudah amblas selebar 6-7 meter, dan kedalaman sekitar 7 meter. Material batu bronjong dan tanah terseret arus air hujan. Lokasi ini pun kian mengkhawatirkan, karena aliran air hujan terbuang ke bahu jalan tersebut yang diketahui lebih rendah.

Iklan

Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya, S.AP., saat memantau lokasi tersebut meminta Pemerintah KLU segera melakukan penanganan. Sejatinya, lokasi kerusakan bahu jalan berada di wilayah Dusun Sengatan, Desa Persiapan Selelos, dan berada sekitar 1,5 km sebelum Kantor Desa Persiapan.

“Amblasnya jalan ini terjadi sekitar 3 tahun lalu, diperparah oleh gempa dan musim hujan sekarang ini. Batu beronjongan sampai terseret dan berjatuhan,” ungkap Warna.

Lokasi ini sudah diperiksa oleh dinas terkait. Ini diketahui dari ditandainya badan jalan dengan cat pilox. Pihak desa pun sudah pernah mengkomunikasikan kondisi tersebut untuk ditangani.

“Kami berharap cepat ditangani, karena jalan ini akses masyarakat satu-satunya yang lebih dekat ke ibu kota kabupaten,” imbuhnya.

Kades yang memimpin di periode kedua ini menambahkan, Desa Persiapan Selelos memiliki potensi besar di sektor perkebunan. Masyarakat setempat menghasilkan beragam komoditas, antara lain, vanili, cengkeh, durian, kopi, kakao, pisang dan kelapa.

“Sehingga kalau jalan ini putus, maka akses lain putus, dari ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Masyarakat tidak mungkin harus memutar Selelos ke Genggelang lalu ke Tanjung,” jelasnya.

Di samping bahu jalan yang amblas, ia juga berharap adanya dukungan pemeliharaan jalan. Pasalnya di beberapa titik ruas jalan mengalami kerusakan. Aspal mulai terkelupas, dan di satu titik sepanjang 800 meter rusak dan menjadi jalan tanah kembali. Jalur jalan ini dikerjakan dua tahap pada periode 2016-2017. (ari)