Bahas Dugaan Privatisasi Pulau, Kapolda NTB Rencana Temui Gubernur

Mataram (suarantb.com) – Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs Umar Septono berencana menemui Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Pertemuan tersebut rencananya akan membahas dugaan privatisasi pulau-pulau di NTB yang indikasinya dimiliki secara personal.

“Secara formal belum (menemui TGB). Mungkin nanti pas ketemu dengan saya, nanti saya bicarakan dengan beliau,” ujar Kapolda NTB saat ditemui di Mapolda belum lama ini.

Sebelumnya, indikasi privatisasi pulau-pulau yang ada di NTB diungkap oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Setda NTB, Irnadi Kusuma. Disebutkan, terdapat tiga pulau di NTB diakui sebagai hak milik pribadi.

Tiga pulau tersebut adalah Gili Nanggu seluas 12 hektar yang dimiliki Sasmito, Gili Poh seluas 0,5 hektar dimiliki Suteja. Serta, Gili Lontar seluas 2,75 hektar dimiliki Sarkawi dan Lalu Maya Bongor. Ketiganya diketahui berlokasi di perairan sekitar Pulau Lombok.

Kapolda juga mengatakan sebelumnya telah memantau kasus kepemilikan pulau tersebut. Namun ia akan berdiskusi dengan TGB dalam waktu dekat ini. “Saya sebelumnya juga sudah tahu. Nanti saya bicarakan dengan beliau (TGB),” ucapnya.

Indikasi adanya kepemilikan pulau tidak dibenarkan dalam undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, yang kini telah diubah dengan undang-undang nomor 1 tahun 2014. Hal yang sama juga tertera di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 62 tahun 2010, Peraturan Menteri (Permen) 20 tahun 2008 terkait pemanfaatan dan pengelolaan pulau-pulau kecil. (szr)