Bagus NTRL Kecam Kerusakan Lingkungan Akibat Sampah

Mataram (Suara NTB) – Laju kerusakan lingkungan akibat lonjakan volume produksi sampah dikecam oleh vokalis sekaligus gitaris NTRL, Bagus Dhanar Dhana. Bagus meminta agar sistem tata kelola lingkungan dilakukan dengan baik. Lebih – lebih di daerah pariwisata, pengelolaan dan pengolahan sampah harus dibenahi secepatnya.

“Secara pribadi sedih juga sih melihat kerusakan lingkungan kita. Sekarang banyak turis, kurang jaga kebersihan. Tapi sebenarnya itu resiko suatu daerah kita ketika menjadi kawasan pariwisata,” kata Bagus, ketika ditanya via whatsapp, Jumat, 14 April 2017.

Iklan

Masalah sampah merupakan persoalan yang harus diatasi secara bersama – sama. Persoalan sampah dan lingkungan menjadi masalah yang tak kunjung selesai diatasi. Sebagai pekerja seni, grup band yang satu ini sering membubuhkan kritik tentang buruknya pengelolaan lingkungan melalui karya – karyanya (musik).

“Banyak lagu – lagu kami yang mengangkat  tentang persoalan lingkungan. Salah satunya yang berjudul Sayangilah Bumi Ini. Itu ada dalam album kami yang terbit sebelumnya,” katanya.

Volume sampah yang diproduksi sehari – hari terus terus meningkat. Lonjakan volume sampah tersebut sejalan dengan peningkatan angka kunjungan wisatawan. Bagus Dhanar Dhana membeberkan, di Pulau Bali, masalah sampah menjadi momok menakutkan dan dikhawatirkan dapat menjadi sumber masalah kehidupan.

Sebagai daerah yang baru mulai mengembangkan pariwisata, NTB disarankan untuk merancang strategi pengelolaan lingkungan dengan sangat matang. Sebab, jika sudah terlanjur “basah” ia khawatir daerah NTB ini akan bernasib sama dengan Bali.

“Saya juga tidak paham siapa yang harus memulai duluan. Apakah masyarakat yang harus pro aktif, atau memang pemerintah yang harus bekerja ekstra keras. Turis – turis juga perlu diedukasi agar berupaya mengurangi produksi sampah yang dilakukan sehari – hari,” ujarnya.

Terpisah, Gitaris NTRL Coki Bollemeyer mengemukakan pandangan yang tak jauh beda. Menurut Coki, sudah saatnya penduduk Indonesia khususnya masyarakat yang menduduki objek – objek pariwisata untuk merawat lingkungan. Upaya tersebut dapat dimulai dengan menjaga dan mengedepankan aspek kebersihan. Menurutnya, masalah kebersihan tidak hanya menjadi sebuah modal dalam mengembangkan industri kepariwisataan.

“Kebersihan ini kan juga berkaitan dengan kesehatan. Kalau kita tidak merawat alam, menjaga kebersihan lalu bagaimana kita bisa sehat dan menikmati sensasi yang nyaman. Itu saja sih kalau menurut saya,” tandasnya. (met)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here