Bagian Tubuh Linda Tidak Bisa Dikuburkan Lagi, Ini Alasannya

Suasana autopsi jenazah Linda Novitasari (23) di TPU Karang Medain Senin pekan lalu.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tim kuasa hukum mengupayakan pengembalian bagian tubuh Linda Novitasari (23) yang sempat diambil dokter forensik saat autopsi. Namun, hasilnya nihil. Sebab, organ Uterus yang dimaksud dipakai untuk keperluan pemeriksaan medis.

“Itu yang diambil hanya jaringan, sangat kecil sekali. Dan itu habis saat di lab. Tidak ada sisa sama sekali,” ungkap tim kuasa hukum BKBH FH Unram Yan Mangandar dikonfirmasi Rabu, 12 Agustus 2020.

Iklan

Hal itu berdasarkan konfirmasi pada Laboratorium Anatomi dan Patologi RSUD Kota Mataram. Pihak keluarga sebelumnya beranggapan bagian tubuh Linda tersebut bisa dikuburkan lagi. “Ternyata tidak demikian,” ucapnya.

Selain karena keyakinan, pihak keluarga juga mendapat desakan dari pihak pengurusan pemakaman TPU Karang Medain, Mataram. Penjaga makam Lalu Alimudin mengeluhkan pengalaman spiritual yang dialaminya.

Itu dimulai setelah dia bersama tiga penggali kubur lainnya ikut serta membongkar kembali makam Linda Senin, 3 Agustus 2020 untuk keperluan autopsi. Sepekan kemudian Alim mengaku didatangi Linda di mimpi.

“Pokoknya diminta kembalikan bagian tubuh yang diambil itu. Setelah mimpi itu saya sakit. Tolong pak agar dikembalikan,” kata Alim dalam percakapan teleponnya dengan Yan yang diperdengarkan kepada wartawan.

Namun penjelasan dari pihak RSUD Kota Mataram membuat pihak keluarga meminta penjaga makam untuk maklum. Karena bagian tubuh tidak bisa dikembalikan, maka solusi lainnya pihak keluarga membantu mendoakan. Serta menyiapkan prosesi rukyah kepada penjaga makam dan tim penggali kubur.

“Kita juga sudah jelaskan, mereka bingung, tadinya mereka berharap besar, bahkan siap melakukan penggalian ulang, tapi bagaimana cara memenuhi permintaan itu, karena ini diluar kuasa kita. Di luar logika,” tandas Yan.

Linda merupakan calon mahasiswi S2 Ilmu Hukum Unram yang ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung Sabtu, 25 Juli 2020 lalu di salah satu rumah di BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram.

Polresta Mataram sudah menemukan indikasi bahwa Linda korban pembunuhan. Pengusutan kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan berdasar dugaan perbuatan pidana pasal 338 KUHP. Namun, polisi belum menyebutkan siapa tersangka pelakunya.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan pihaknya sudah menerima hasil autopsi. “Tapi hasilnya tidak bisa kita jelaskan. Nanti ahli forensik yang menjelaskan karena terkait istilah kedokteran,” terangnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here