Azhar dan Kirana, Terune Dedare Mentaram 2016

Mataram (suarantb.com) – Lalu Azhar Rafsanjani dan Baiq Lupita Kirana Putri resmi menyandang predikat sebagai Terune Dedare Mentaram periode 2016-2017. Mereka terpilih dari 10 finalis yang maju pada babak grand final.

Azhar dan Kirana terpilih menjadi terune dedare Mentaram setelah melewati empat tahap seleksi dan grand final sebagai tahap penentuan terakhir.Sebelum keputusan diambil oleh dewan juri, para finalis diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait apa saja yang akan dilakukan ketika telah terpilih menjadi terune  dedare Mentaram.

Iklan

Kepada suarantb.com,  Lalu Azhar Rafsanjani menyampaikan rasa syukurnya telah terpilih sebagai Terune Mentaram. Ia mengatakan  akan melakukan berbagai upaya untuk memajukan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Kota Mataram.

selempang

“Bahagia, nggak terduga ini, penghargaan dari Kota Mataram. Kedepan saya akan berusaha lebih banyak lagi belajar tentang budaya Kota Mataram dan lebih banyak menularkannya pada generasi muda, selain mempromosikan budaya dan pariwisata kota Mataram ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujarnya, Sabtu, 24 September 2016.

Hal senada juga disampaikan  Dedare Mentaram tahun 2016, Baiq Lukita Kirana Putri. Gadis kelahiran Mataram, 11 Desember 1997 ini menyatakan akan melakukan tugas-tugas sebagai dedare tersebut dengan sungguh-sungguh. Supaya masyarakat Kota Mataram lebih peduli dengan Budaya dan daerahnya.

“Saya sebagai dedare akan mempromosikan budaya Lombok ke Indonesia dan ke mancanegara,” ujarnya.

foto bersama

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, H. Abdul Latif Najib menyebutkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi  terune dedare Mentaram. Selain tampilan fisik, hal utama yang menjadi syarat  adalah pengetahuan, yang terdiri dari mengetahui dirinya sendiri, lingkungan dan nantinya diharapkan berdampak pada pengetahuan terhadap bangsa  dan negara.

“Kita sih inginnya mereka tidak hanya gagah dan cantik secara fisik, tapi juga knowledge-nya. Selain itu, paling tidak mereka bisa jadi duta untuk dirinya sendiri, kemudian daerahnya dan nantinya diharapkan berdampak di nasional. Sekarang sudah jarang kita lihat anak muda yang mengerti budaya sasak,” ujarnya.

Ia mengharapkan terune  dedare Mentaram terpilih  bisa  menjadi penggerak pentingnya generasi muda mengenali budayanya sendiri yang saat ini sudah banyak  ditinggalkan oleh generasi muda di Kota  Mataram.

“Sekarang kalau saya tanya, siapa kamu, paling yang bisa dijawab satu atau dua generasi diatasmu, sudah itu kan nggak tahu kita. Kita sudah latah dengan budaya sendiri,” katanya.

Latif juga berharap, terune dedare  yang telah terpilih tersebut bisa menjadi duta yang sebenarnya untuk Kota Mataram sebagai ibukota  Provinsi NTB.

Acara grand final terune dedare Mentaram  tersebut dibuka oleh Ketua Tim  Penggerak PKK Kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh dan menjadi puncak dari beberapa tahapan untuk menjaring dua nama yang pantas menyandang predikat terune dedare Mentaram 2016. Sebelumnya sebanyak  70 peserta yanf mendaftat.  Diantara 70 peserta kemudian dilakukan seleksi tahap awal menjadi 50 peserta, kemudian pada tahap seleksi penjurian selanjutnya berhasil dijaring 43 peserta yang kemudian mengerucut menjadi 10 peserta untuk mengikuti grand final. (ast)