Ayam Taliwang, Rarang dan Sate Rembiga akan Dikalengkan

Ilustrasi Ayam Taliwang. (Sumber: RitaE/Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian NTB menargetkan pengalengan sejumlah produk olahan makanan. Hal tersebut untuk mendorong peningkatan kapasitas industri rumahan di NTB, khususnya yang memproduksi aneka kuliner sebagai oleh-oleh khas.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME menerangkan, proses pengalengan tersebut terutama menyasar hasil produk olahan makanan dari Industri Kecil Menengah (IKM). Dengan begitu, peningkatan daya saing diharapkan dapat terwujud.

Iklan

‘’Ini untuk memodifikasi kuliner lokal kita di tahun 2020,’’ ujar Nuryanti, Selasa, 11 Februari 2020 di Mataram. Proses pengalengan  akan dikerjasamakan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sampai saat ini, Dinas Perindustrian mencatat ada beberapa produk IKM yang akan masuk dalam proses pengalengan tersebut. Diantaranya ayam taliwang, ayam rarang, sate pusut, sate rembige, dan olahan daging kaleng.

Seluruh olahan makanan tersebut dipilih sebagai representasi makanan khas yang dimiliki NTB. Terlebih peminat dari ke lima jenis makanan tersebut diakui cukup banyak.

Menurut Nuryanti, LIPI berperan melakukan riset terkait metode pengemasan dalam kaleng tersebut. Khususnya untuk penetapan syarat standar gizi, kadar panas, dan ketahanan produk atau masa kedaluwarsa setelah dilakukan pengalengan.

‘’Itu by riset semuanya,’’ ujar Nuryanti. Dengan begitu, produk olahan makanan yang dikalengkan tetap aman untuk dikonsumsi. ‘’Jadi tidak hanya dikemas saja. Konsumen pun perlu diperhatikan,’’ sambungnya.

Di sisi lain, dengan proses pengalengan tersebut produk yang dihasilkan IKM di NTB diharapkan dapat dipasarkan secara lebih luas. Mengingat jumlah IKM yang memproduksi kelima komoditas tersebut cukup banyak, namun terbatas dalam proses pemasaran.

Diterangkan Nuryanti, pihaknya akan membangun sentra dan rumah produksi untuk mengakomodir kebutuhan IKM yang fokus pada produksi kuliner tersebut. ‘’Misalnya ayam taliwang, sate rembiga dan lainnya. Itu yang kita standarisasikan,’’ ujarnya.

Proses pengalengan makanan siap saji tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung gelaran MotoGP 2021 di NTB. Mengingat dengan adanya event internasional tersebut, NTB akan lebih terbuka untuk pasar global.

Kelima produk kuliner yang dipilih diharapkan dapat dipasarkan menjadi oleh-oleh resmi saat MotoGP 2021 berlangsung. ‘’Karena produk kami pun bisa dinikmati mereka (penonton MotoGP, Red) ke negara mereka. Apalagi dengan bentuk kemasan siap saji,’’ pungkasnya. (bay)