Awasi Peningkatan Pengemis Jelang Idul Fitri

Baiq Asnayati

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) Kota Mataram terus memantau kemunculan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Mataram. Terlebih selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri kemunculan PMKS seperti menjadi masalah musiman yang terus berulang.

“Sekarang ini kita masih konsern memantau anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang masih banyak di jalan-jalan,” ujar Kepala Disos Kota Mataram, Baiq Asnayati saat dihubungi, Jumat, 7 Mei 2021. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang lebih kuat antara stakeholder.

Iklan

Diterangkan, ada beberapa titik rawan PMKS yang saat ini terpetakan. Antara lain di simpang lima Ampenan, simpang empat Jalan Airlangga, simpang empat Bank Indonesia, simpang empat STIE AMM Mataram, simpang empat Jalan Arif Rahman Hakim, dan simpang empat Jalan Bung Karno.

Untuk melakukan penanganan pihaknya berkoordinasi dengan Lurah dan Kepala Lingkungan setempat. Mengingat beberapa PMKS yang diamankan memang warga asli Kota Mataram yang pada dasarnya terakomodir dalam program bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. “Karena itu kita terus membangun komunikasi dengan Lurah, Kepala Lingkungan, dan Camatnya,” jelas Asnayati.

Di sisi lain, pihaknya mengatensi banyaknya masyarakat kelompok lansia yang ditemukan duduk di titik-titik rawan PMKS tersebut. Para lansia tersebut diketahui menunggu orang-orang yang kerap memberikan bantuan berupa paket sembako yang dibawa dengan mobil.

“Dalam kasus yang ini kita tidak boleh satu arah. Masyarakat juga harusnya menyadari itu, bahwa penyaluran bantuan kalau bisa dilakukan di tempat-tempat lain seperti musala atau masjid. Jangan sampai di jalan seperti itu. Efek buruknya adalah banyak orang yang ingin diberi bantuan malah menunggu di pinggir jalan,” ujar Asnayati.

Menurutnya, para lansia tersebut memang bukan termasuk dalam PMKS. Namun kondisi di masyarakat dikhawatirkan menimbulkan mental yang lemah sehingga cenderung mengharapkan bantuan. “Jatuhnya kami melihat ini menjadi seperti hobi. Jadi para lansia itu senang menunggu diberi bantuan dengan duduk di pinggir jalan seperti itu, apalagi orang-orang juga selama Ramadhan ini punya keinginan berbagi yang cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Satpol PP Kota Mataram dan Lurah yang ada. “Tidak bisa kalau Disos sendirian. Karena kasihan juga kita melihat lansia-lansia kita jadi terbiasa menunggu bantuan dengan cara duduk di pinggir jalan seperti itu,” tandas Asnayati. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional