Awasi Penerapan Prokes di Pasar Tradisional

Pengendara sepeda motor melintas dekat mural bertemakan disiplin bermasker untuk pencegahan penularan COVID-19 di Mataram, NTB, baru-baru ini.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di daerah-daerah di NTB. Di Kota Mataram, sejumlah titik yang dinilai masih perlu memperketat penerapan protokol kesehatan adalah di pasar tradisional.

Seruan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, di Mataram, Kamis, 30 September 2021.

Iklan

Menurut Najamuddin, pasar tradisional adalah salah satu titik pusat kegiatan masyarakat yang sangat memungkinkan terjadinya interaksi yang dapat memicu penularan virus corona. “Karena itu, di pasar tradisional, penerapan prokes harus menjadi prioritas untuk dipantau terus pelaksanaannya,” seru Najamuddin.

Najamuddin mengapresiasi, sejauh ini, Pemerintah Kota Mataram memang telah mencapai banyak hal menggembirakan dalam upaya mengendalikan pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari capaian vaksinasi, dan rasio kasus infeksi Covid-19 yang trennya terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.

“Capaian yang diraih Kota Mataram ini harus terus dipertahankan, terutama dengan cara tetap mengawal penerapan protokol kesehatan di titik-titik keramaian, seperti di pasar tradisional,” ujarnya.

Najamuddin pun mengapresiasi ketegasan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana yang tidak main-main dalam mendorong penerapan prokes di pasar tradisional. Bahkan, baru-baru ini Walikota melontarkan ancaman pemberhentian bagi kepala pasar yang gagal mengawasi penerapan prokes di pasar tersebut.

Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, Mohan menegaskan, apabila ditemukan kepala pasar tidak mampu mengkoordinir pedagang agar mengikuti prokes, maka ia bisa saja mengganti yang bersangkutan.

“Pengeras suara di pasar itu diaktifkan lagi. Kalau ada saya lihat pedagang dan pengunjung tidak taati prokes dan dibiarkan oleh kepala pasar. Saya akan ganti (pecat,red),”  tegasnya, Agustus 2021 lalu.

Sementara itu, Kepala Pasar Kebon Roek, Malwi mengklaim, ketaatan pedagang dan pengunjung terhadap protokol kesehatan mencapai 90 persen. Pedagang memahami pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga kedisiplinan prokes harus dijalankan dengan baik. Dari hasil swab antigen secara acak oleh Satgas Covid-19 Kota Mataram, tidak ada pedagang terkonfirmasi positif. “Alhamdulillah, sampai sekarang ndak ada pedagang kita yang positif,” klaim Malwi. (aan)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional