Awas, Ada Satgas yang Awasi Konten Negatif Medsos di Pilkada

Mataram (Suara NTB) – Tanggung jawab besar diemban Polda NTB dalam mengamankan Pilkada Serentak 2018. Antisipasi ketat ditujukan pada kerawanan ujaran kebencian berbau SARA, hoaks, dan kampanye hitam di media sosial.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, Jumat, 2 Februari 2018 menegaskan pihaknya sudah membentuk Satgas Nusantara yang terdiri empat sub-Satgas dengan fungsi masing-masing.

Iklan

“Medsos itu sudah dimonitor. Kalau ada fitnah, ujaran kebencian bisa dideteksi,” ujarnya usai memimpin apel kesiapan TNI-Polri mengamankan Pilkada Serentak 2018 di Bandara Selaparang, Mataram.

Firli menyebutkan, empat subsatgas itu antara lain pengelolaan media, pencegahan isu SARA dan hate speech, pembinaan masyarakat, serta sosialisasi dan edukasi.

Penyelidikannya menggunakan UU ITE yang mensyaratkan delik aduan. Intinya orang yang bersangkutan langsung yang diperkenankan melapor dugaan fitnah yang disebarkan di dunia maya.

“Fitnah itu menyerang kehormatan, yang merasa dicemarkan melaporkan baru ditangani penyelidikannya,” jelas dia.

Tetapi menurut Kapolda, hal terpenting adalah menjaga keamanan dengan mencegah berkembangnya isu SARA dan kampanye hitam.

“Yang penting jaga situasi dan kondisi yang nyaman. Tim sukses dan pendukung pasangan calon tidak perlu kampanye hitam. Mari pergunakan visi misi besar mensejahterakan rakyat NTB,” terangnya.

Sebagai langkah utama, pihaknya semakin mensolidkan sinergitas dengan TNI. Hal itu untuk menegaskan semangat mewujudkan Pilkada yang aman dengan menjunjung tinggi netralitas TNI dan Polri.

“Ini perlu terus menerus kita pupuk agar dalam pengamanan Pilkada kita well performed dan well prepared,” tegas Firli.

Sementara Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf H Farid Makruf juga menegaskan rakyat NTB tidak boleh terpecah belah karena berbeda pilihan politik. Tugas TNI-Polri mengantisipasi hal itu dengan kerja bersama yang solid.

“Di NTB ini, sinergitas bukan hanya wacana tapi sudah kita wujudkan. Sudah kita petakan daerah rawan, kita kerahkan ke sana. Agar kita tidak menjadi pemadam kebakaran,” jelasnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional