Awal Tahun, Serapan Pajak Parkir Minim

Mataram (suarantb.com) – Serapan pajak parkir di awal tahun ini masih minim. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi kepada suarantb.com menyampaikan sepanjang Januari 2017, pajak parkir yang diserap pihaknya hanya sekitar Rp 100  juta.

“Awal Januari ini, sekitar Rp 100 jutaan lah,” ujarnya, Jumat, 17 Februari 2017.

Iklan

Syakirin mengakui penyerapan pajak parkir belum dilakukan secara intensif. Pihaknya memberikan kewenangan kepada wajib pajak untuk menghimpun, menyetor,  dan melaporkan pajak parkir yang menjadi kewajibannya.

Pajak parkir disetor berdasarkan omzetnya. Misalkan dalam sebulan, omzet yang didapat Rp 1 juta. Maka Rp 700 ribu untuk petugas parkir dan Rp 300  ribu diserahkan kepada Pemkot Mataram atau 70 persen berbanding 30 persen.

BKD akan melakukan evaluasi di saat-saat tertentu. Setelah dilakukan pertimbangan, maka akan dicocokkan dengan jumlah setoran yang diserahkan. Karena pajak parkir dihitung sendiri oleh petugas parkir.

“Nanti ada tim uji petik yang turun,” katanya.

Tim uji petik bertugas menghitung setiap kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat yang parkir pada titik-titik khusus. Hasil hitungan tersebut akan dicocokkan dengan jumlah pajak yang diserahkan kepada pihaknya.

“Nanti akan kelihatan seberapa yang akan kena,” tambahnya.

Penarikan PAD melalui sektor parkir dilakukan melalui pajak parkir dan retribusi parkir. Pajak parkir berada di bawah kewenangan BKD. Sementara retribusi parkir dikelola Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Jenis parkir yang masuk sebagai retribusi seperti di parkir tepi jalan umum, pertokoan, dan lainnya.
Sementara pajak parkir yang dikelola BKD ialah lahan parkir yang biasanya dikelola pihak ketiga seperti di pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan bank. (anh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here