Awal Tahun, Polres Loteng Ungkap 59 Kasus Kriminal

Kapolres Loteng, Budi Santosa, didampingi Wakapolres, Ketut Tamiana dan Kasat Reskrim, Priyo Suhartono, saat memberikan keterangan pers terkait hasil Operasi Jaran Gatarin, Rabu, 26 Februari 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 59 kasus kriminal berhasil diungkap jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) selama operasi Jaran Gatarin pertengahan Februari dengan 59 pelaku kejahatan berhasil ditangkap. Selain itu, menempatkan Polres Loteng dengan jumlah pengungkapkan kasus tertinggi ketiga di NTB selama operasi di awal tahun tersebut.

“Jumlah pengungkapan kasus kita hanya kalah dari Polres Mataram dan Lombok Timur (Lotim),” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., saat memberikan keterangan pers, Rabu, 26 Februari 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, dari 59 kasus kriminal yang diungkapn tersebut, kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih mendominasi dengan 30 kasus. Kemudian tujuh kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan 22 kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Dengan kasus curanmor terbanyak di wilayah Kecamatan Pujut dan Praya masing-masing 7 kasus.

Untuk kerugian yang paling besar berupa mobil pick up serta mobil Honda Jazz. Di mana, korban seluruhnya masyarakat di daerah ini.  Untuk pelaku yang berhasil ditangkap, ada 20 orang di antaranya merupakan residivis, sehingga pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi penegakan hukum lainnya, supaya vonis hukuman bagi residivis diperberat dan bisa memberikan efek jera.

Budi menambahkan, dari semua pelaku tersebut ada 11 pelaku yang terpaksa harus dilumpuhkan dengan cara ditembak di bagian kakinya, lantaran berusaha melawan petugas dan berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap. “Untuk ancaman hukuman rata-rata kita jerat dengan pasal 363 dan 365 KUHP,” tandasnya.

Tidak kalah penting, lanjutnya, ke depan masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak sampai jadi korban kejahatan. ‘’Jadilah polisi paling tidak bagi diri dan lingkungan sekitar. Karena yang namanya kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja,’’ ujarnya mengingatkan. (kir)