Awal Tahun, Gigitan HPR di Sumbawa Capai 56 Kasus

Agung Riyadi. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa terus terjadi. Data di Dinas Kesehatan (Dikes) setempat, tercatat sebanyak 56 kasus gigitan sejak Januari hingga Februari 2020.

Kepala Dikes Kabupaten Sumbawa melalui Kabid  Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Agung Riyadi, membenarkan hal tersebut. Puluhan kasus ini tersebar di 15 kecamatan dan terbanyak di Kecamatan Plampang dan Labangka. “Kasus gigitan HPR tahun ini sudah 56 dari Januari sampai Februari. Kasus ini tersebar di 15 kecamatan. Kasus terbanyak ada di Plampang dan Labangka,” ungkapnya saat ditemui wartawan,  Selasa, 25 Februari 2020.

Iklan

Korban gigitan, jelas Agung, sudah dilakukan penanganan. Bahkan gigitan HPR tidak terlalu parah. Di mana dari puluhan kasus tersebut, belum ada yang positif rabies. “Kondisi korban sudah ditangani. Artinya tidak ada yang berat-berat, paling digigit begitu saja. Belum ada hasilnya untuk yang positif. Mudah-mudahan tidak ada yang positif,” harapnya.

Sementara ini, lanjutnya, ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Sumbawa masih aman. Sedangkan Serum Anti Rabies (SAR) diakuinya kurang. “VAR kami masih aman. Cuma SAR saja yang kurang. Memang kondisi stok se-NTB untuk SAR kurang. Tetapi mudah-mudahan tidak ada yang tergigit di bagian leher dan kepala,” tandasnya.

Diketahui, kasus gigitan HPR di Sumbawa terjadi sejak tahun 2019 lalu. Sepanjang tahun 2019, jumlah gigitan mencapai sekitar 200 lebih kasus. (ind)