Awal Tahun, 10 Kasus Kebakaran Terjadi di Bima

Kebakaran satu unit rumah di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi, Kamis (6/2). Dalam catatan BPBD Kabupaten Bima sudah ada 10 kasus kebakaran yang terjadi dari Bulan Januari hingga Februari 2020. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, mencatat sebanyak 10 kasus kebakaran terjadi di daerah setempat, dari Bulan Januari hingga Februari 2020.

“Awal tahun ini, ada 10 kasus kebakaran yang kita catat,” kata Kabid Penanganan Bencana dan Kebakaran BPBD Kabupaten Bima, M. Gunawan S.Si, kepada Suara NTB, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Menurut Gunawan, dari 10 kasus kebakaran tersebut, kebanyakan disebabkan hubungan arus pendek listrik (korsleting listrik). Serta dipicu akibat ledakan tabung gas elpiji. “Dari 10 kasus kebakaran ini, menghanguskan 12 unit rumah warga,” ujarnya.

Dari 10 kasus kebakaran itu lanjutnya, beruntung tidak mengakibatkan korban jiwa atau meninggal dunia. Namun kerugian materil, ditaksirkan mencapai angka satu miliaran rupiah lebih. “Yang kita catat, satu rumah rata-rata kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” katanya.

Gunawan mengaku kasus kebakaran terakhir di Kabupaten Bima, terjadi di Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo. Kebakaran yang dipicu ledakan tabung gas elpiji itu menghanguskan ada enam unit rumah. Lima rusak parah dan satu rusak ringan.

“Kemarin di Bolo dan Hari Kamis, 6 Februari 2020 kebakaran kembali terjadi di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi, yang menghanguskan satu rumah. Pemicunya masih ditelusuri,” katanya.

Ia mengatakan, korban yang terdampak kebakaran tersebut hingga saat ini masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang dibangun ole BPBD setempat pasca terjadinya kebakaran. “Kita sudah bangunkan tenda pengungsian sementara dan menyuplai makanan siap saji, obat-obatan, selimut serta bantuan tanggap darurat lainnya,” katanya.

Gunawan menambahkan, rumah korban rusak yang didata telah dilaporkan kepada Pemerintah Pusat dan BPBP Provinsi, dengan harapan bisa membantu membangunkan rumah yang layak. “Sudah kita kirimkan proposalnya. Kemungkinan pemerintah pusat akan turun melakukan verifikasi dalam waktu dekat,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, Gunawan menghimbau warga, terutama ibu-ibu agar meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan. Memastikan api kompor gas, usai memasak telah padam. “Saat meninggalkan rumah juga pastikan kondisi listrik sudah dipadamkan,” pungkasnya. (uki)