Audit Kerugian Negara di Kasus Dana BOS SDN 2 Bayan Belum Keluar

Fery Jaya Satriansyah.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Hasil audit kerugian negara kasus dana BOS SDN 2 Bayan dinanti penyidik Polres Lombok Utara. Audit itu berkenaan dengan pemenuhan unsur pasal korupsi. dalam hal ini sebagai bekal menetapkan tersangka.

“Penetapan tersangkanya, belum. Kita gelar perkara dulu,” ucap Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, ditemui di Mataram, Selasa, 8 September 2020.

Iklan

Dalam penanganan kasus korupsi, unsur kerugian negara melengkapi unsur perbuatan melawan hukum. Sehingga hasil audit wajib dikantongi penyidik. Serta audit tersebut menyatakan timbulnya kerugian negara.

“Nanti kalau sudah kita terima hasil auditnya, kita cek lagi. Gelar perkara. Baru nanti penetapan tersangka,” paparnya.

Kasus dugaan korupsi dana BOS pada SDN 2 Bayan, Lombok Utara tahun 2017-2018 sudah ditangani di tahap penyidikan. Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lombo Utara menemukan indikasi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran diduga sebagian direkayasa.

Manipulasi laporan pertanggungjawaban itu untuk menutupi penggunaan. Pengelolaan dana BOS diduga tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dana BOS.

Modus korupsinya antara lain pemalsuan dokumen pembayaran, nota pembayaran fiktif, dan menaikkan harga item pembelian barang. Penyidik sebelumnya menghitung kerugian negara di atas Rp100 juta.

Item anggaran yang dibidik penyidik yakni dana BOS tahun 2017 dan 2018. Total anggaran yang dikelola selama dua tahun anggaran sekitar Rp330 juta. Setiap tahun SDN 2 Bayan menerima dana BOS per triwulan. Antara lain untuk tahun 2018, triwulan pertama Rp33,2 juta, triwulan dua Rp66,5 juta, triwulan tiga 33,2 juta, dan triwulan empat 35,4 juta. (why)