Audit Kasus Bank NTB Syariah, Kerugian Nasabah Bisa Bertambah

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kerugian nasabah Bank NTB Syariah korban pembobolan rekening ditaksir bertambah. Laporan awal pembobolan dana nasabah ini mencapai Rp11,9 miliar. Audit kerugian dalam rangka penyidikan sedang berjalan. “Kita pakai tim audit independen untuk menghitung. Yang dihitung ini (kerugian) dari transaksi nasabah,” beber Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, ditemui Senin, 6 September 2021.

Kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan tindak pidana perbankan. Modus yang ditemukan antara lain transaksi perbankan nasabah dialihkan ke rekening pribadi. Modus ini dipakai selama delapan tahun. Sejak tahun 2012 sampai 2020. “Kalau dari laporannya Rp11-an miliar. Nanti kita lihat hasil auditnya, bisa saja lebih besar karena selama ini kan memang tidak ada keluar yang dari (audit) internalnya,” jelas Eka.

Iklan

Audit independen dari pihak eksternal ini, sambung dia, membutuhkan waktu. Sebab selain karena rentang waktu transaksinya delapan tahun, juga karena jumlah nasabah yang diduga dibobol rekeningnya. Sejauh ini, Polda NTB menemukan dana transaksi 440 nasabah bank dibobol. Selama delapan tahun, Rp11,9 miliar dana nasabah ini diduga dikirim ke rekening pribadi. Transaksi nasabah ini dimanipulasi.

Pelakunya diduga oknum pegawai dengan jabatan penyelia pelayanan nontunai berinisial PS yang menjadi terlapor dalam kasus ini. Polda NTB juga sedang mengembangkan keterlibatan orang lain. Terlapor PS merupakan penyelia yang membawahi pegawai. Sebanyak 18 saksi sudah dimintai keterangannya di tahap penyelidikan. Saksi-saksi ini akan dipanggil lagi untuk diperiksa di tahap penyidikan. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional