Atlet Menembak Pilih Pelatda di Jakarta

Ilustrasi latihan atlet menembak NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Atlet menembak NTB memilih Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di Jakarta dalam rangka menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2020. Keputusan ini diambil pengurus cabor menembak setelah melihat  prasarana olahraga menembak di NTB yang belum lengkap.

Pelatih Menembak NTB, Andik Budi Hariono yang diwawancara Suara NTB di GOR 17 Desember Turide  Mataram, Minggu, 2 Februari 2020 mengatakan, pihaknya  akan memboyong sedikitnya 13  atlet dan dua pelatih untuk mengikuti  Pelatda di Jakarta. Jumlah itu sesuai dengan jumlah atlet yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Pelatda PON KONI NTB.

Iklan

“Anak-anak (atlet-red) akan kita kirim latihan di Jakarta. Sekitar 13 atlet akan kita kirim latihan di Jakarta,” ucapnya.

Andik menjelaskan Keputusan pihaknya membawa atlet untuk latihan di Jakarta setelah mempertimbangkan fasilitas latihan di NTB yang kurang lengkap. Terutama untuk sarana latihan menembak indoor di NTB diakui Andik belum memenuhi  standar PON.

Andik mengakui bila atlet dipaksakan latihan di NTB akan sulit meningkatkan kualitas, apalagi target atlet menembak di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua 2020 sangat berat yakni meraih satu medali emas.

Dengan membawa misi target satu medali emas PON, pihak pengurus cabor menembak mengupayakan atlet-atletnya untuk latihan dengan sarana latihan yang ada di Senayan Jakarta. Mereka menilai Jakarta sebagai tempat Pelatda PON menembak yang cocok, karena di daerah tersebut memiliki prasarana latihan yang standar PON.

Andik yang merupakan Pelatih Pelatnas SEA Games 2019 mengatakan atlet menembak NTB akan diterima latihan di Senayan Jakarta. Maklum, dirinya punya hubungan emosional yang baik dengan pelatih Pelatnas di Jakarta sehingga mempermudah atlet NTB untuk berlatih di lokasi Pelatnas.

“Tujuan kami bawa atlet  latihan di Jakarta karena disana sarana dan prasarana latihan lengkap. Sehingga atlet akan terbiasa dengan tempat latihan standar PON,” jelasnya. (fan)