Atlet Menembak NTB Kantongi Tiga Emas

Ilustrasi Medali Emas (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Keterbatasan anggaran ternyata tak mematahkan semangat atlet menembak untuk berprestasi. Berangkat menggunakan bus mini milik DPRD Kota Mataram menuju Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), sebanyak sembilan atlet menembak NTB sukses mendulang tiga medali emas, dua perak dan satu perunggu di Kejurnas Menembak Sriwijaya Shooting Festival di Jakabaring Palembang,  Sumatera Selatan (Sumsel), 19-22 November 2020.

Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perbakin NTB, I Made Wisuda Sari yang dihubungi  Suara NTB di Mataram, Kamis, 26 November 2020 mengatakan, tiga medali emas, dua perak dan satu perunggu yang diraih atlet NTB di event tersebut lewat Bima Putra Eka Budi Kusuma Wardhana di nomor 10 meter pistol putra, Liza Rizna Widjajanti di nomor 10 meter air pistol putri dan Tim beregu NTB di nomor  10 meter pistol beregu yang diperkuat, I Kadek Yogi Permana, Harun Wahidin dan Made Arya Nugraha Abinanda.

Kemudian, dua perak diraih Citra Budi Andini di nomor 10 meter air rifle putri dan Harun Wahidin nomor air pistol Youth. Sedangkan satu perunggu diraih Bima Putra Eka Budi KW, di nomor 50 meter tiga posisi rifle. “Atlet menembak NTB berhasil membawa pulang enam medali, yakni tiga medli emas, dua perak dan satu perunggu,” ucapnya.

I Made Wisuda Sari yang biasa disapa Made mengatakan raihan enam medali tersebut  merupakan kebanggaan terbesar pengurus cabor, sekaligus  membuat pihaknya  terharu. Dirinya selaku pengurus Perbakin NTB  terharu karena raihan medali tiga medali emas itu diperoleh tim menembak NTB dengan penuh perjuangan yang sangat melelahkan.

Perjuangan yang dimaksud Made adalah atlet menembak NTB berangkat dengan penuh keterbatasan anggaran, namun masih mampu membawa pulang tiga medali emas, dua perak dan satu perunggu.

Diakuinya, bagi atlet menembak tampil di event nasional  tersebut tidak mudah. Pasalnya sembilan atlet dan satu pelatih harus berangkat   menggunakan  jalur darat (mobil mini bus milik DPRD Kota Mataram-red) karena keterbatasan anggaran. Perjalanan  atlet menembak mengikuti  event tersebut memakan waktu berhari-hari, dan tentu menguras tenaga atlet. Berbeda dengan atlet daerah lain berangkat menggunakan pesawat. Namun demikian atlet menembak NTB masih mampu meraih medali emas, meskipun kondisi fisik atlet sempat terkuras karena harus menempuh perjalanan panjang (tiga hari di jalan) menuju lokasi kejurnas.

Sementara itu pelatih menembak NTB, Andik Budi Hariano  mengatakan sangat puas dengan capaian prestasi atletnya. Ia berharap hasil prestasi tersebut dapat menambah motivasi atlet dalam menghadapi even nasional yang lebih bergengsi lagi. Terutama atlet-atlet yang mengikuti PON di Papua 2021 dan atlet pelajar yang dipersiapkan mengikuti Popnas 2021 dapat  mempersiapkan diri lebih maksimal, sebab prestasi tersebut dapat diraih lewat latihan yang berkelanjutan dan terukur.(fan)