Atasi Krisis Air Bersih, Warga Terdampak Proyek Bendungan Meninting Dibangunkan Sumur Bor

Kondisi air irigasi warga yang terdampak proyek Bendungan Meninting. (Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) -Warga lingkar proyek Bendungan Meninting yang kesulitan air bersih kini bisa bernapas lega karena permintaan mereka untuk dibuatkan sumur bor dipenuhi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara. BWS bersedia untuk membangun enam titik sumur bor di dua desa ini, yaitu dua titik di Desa Gegerung dan empat titik di Desa Penimbung.

Kepala Desa Gegerung, Harun membenarkan bahwa dari hasil kordinasi dan beberapa kali pertemuan dengan BWS dan Pemkab Lobar, terkait dengan keluhan warga yang kesulitan air bersih yang meminta untuk dibangunkan sumur bor sudah bisa terealisasikan. “Sudah ditanggapi, dibangunkan sumur bor, baru pengeboran dua titik, ” kata Harun, Selasa, 7 September 2021.

Iklan

Dalam permintaan, Pemdes Gegerung meminta agar sebanyak-banyaknya dibuatkan sumur bor. Namun untuk sementara dibuat dua dulu. Dua titik ini dibangun di dua dusun yang paling parah terdampak yaitu Dusun Jelateng dan Dusun Ketapang. Padahal jumlah dusun yang terdampak air bersih sebanyak lima dusun di Desa Gegerung.” Saya masih minta lagi di Dusun Orong Selatan, dua titik ini sekarang sedang dalam tahap pengerjaan,” jelasnya.

Sambil menunggu pembangunan sumur bor selesai, untuk sementara warga yang terdampak di lima dusun masih memanfaatkan air yang dianggap kurang layak untuk dikonsumsi, baik untuk mandi maupun mencuci. ” Untuk sementara sambil menunggu,masyarakat masih menggunakan air yang kurang layak, ” ungkapnya. Masyarakat berharap agar pembangunan sumur bor secepatnya selesai, karena ini sudah masuk musim kemarau. Kebutuhan air bersih masyarakat tentunya sangat tinggi, sementara air yang ada kurang layak untuk digunakan.

Di sisi lain, BWS juga sedang mencari lahan untuk pembuangan tanah bekas galian bendungan, yang belum bisa dibuang hingga saat ini. Adanya tumpukan material tanah bekas galian di atas menjadi penyebab air sungai menjadi keruh. Karena saat hujan, air tanah mengalir ke bawah masuk ke sungai atau sumur warga. Saat ini, sedang dalam tahap penetapan harga lahan untuk lokasi pembuangan bekas galian. ” Itu yang menyebabkan air keruh, karena belum terbuang,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kades Penimbung, Abdul Haris. Ia menjelaskan dari hasil pertemuan dengan pihak BWS, sudah disepakati akan membangun sumur bor sebanyak 4 titik di Desa Penimbung. ” Insya Allah akan dibangunkan empat titik,” sebutnya.

Sementara itu PPK BWS Nusa Tenggara, Lalu Asgar menjelaskan berdasarkan surat permohonan dari Dinas PUTR Lombok Barat, yang meminta agar warga dibangunkan sumur bor untuk menanggulangi air bersih. Dalam surat yang masuk memang tidak menyebutkan jumlahnya, namun sudah dipenuhi oleh BWS dengan sudah mulai membangun sumur bor di Desa Gegerung. “Untuk saat ini sudah dimulai di Desa Gegerung, ada dua titik,” ucapnya.

Ditanya berapa titik sumur bor yang akan dibangun. Asgar menyatakan tidak bisa dipastikan. Karena harus melalui pengecekan lapangan, untuk mencari titik yang strategis untuk dibangunkan sumur bor. “Kami sudah respons, namun jumlah titik tidak bisa dipastikan, karena harus mengecek lokasi pembuatan sumur bor, sedangkan untuk yang di Desa Penimbung ada empat titik sesuai permintaan desa,” terangnya.(her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional