Atasi Krisis Air Bersih, BPBD Hanya Siapkan Anggaran Rp 40 Juta

Giri Menang (Suara NTB) – Memasuki musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) mulai menerima aduan kekeringan dari masyarakat. Sejauh ini warga di dua desa mengajukan permohonan bantuan air bersih. Masing-masing berasal dari Desa Duman Kecamatan Lingsar dan Desa Bayu Urip Kecamatan Gerung. Namun untuk penanganan distribusi air bersih ini, pihak BPBD hanya mengalokasikan anggaran Rp 40 juta saja.

“Tahun lalu kita anggarkan sekitar Rp30 juta, kalau sekarang tahun ini Rp40 juta untuk droping air bersih saja,” ungkap Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan pada BPBD Lobar, M. Tohri, Senin, 21 Mei 2018.

Iklan

Di samping telah menyiapkan anggaran, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk penanganan droping air bersih. Bahkan BPBD Provinsi sudah menyatakan kesiapannya untuk meminjamkan mobil tangki air bersih.”Kita juga tetap koordinasi dengan PDAM, karena jelas kita menggunakan air PDAM,” tambahnya.

Kondisi kekeringan di wilayah Lobar diprediksi akan terjadi tidak merata. Sebab dari hasil koordinasi pihaknya dengan Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG), kemungkinan hujan di wilayah Lobar akan terjadi sporadik atau tidak merata.”Sehingga bagaimanapun kita harus siap-siap, terutama wilayah selatan (Sekotong),” jelasnya.

Kendati pihaknya memprediksi kemungkinan terjadi kekeringan di kawasan Sekotong. Namun sejauh ini belum ada laporan masuk kepada pihaknya akan kekeringan, justru laporan itu datang dari desa yang tidak diprediksi akan mengalami kondisi itu.”Yang kita tidak duga-duga ini malah sudah ada meminta air bersih. Padahal ini tidak masuk pemetaan kami kemungkinan kekeringan,” ujarnya.

Diakuinya sebagai langka antisipasi penganan kekeringan yang akan terjadi pihaknya juga membagikan tandon air bersih sebanyak 9 buah. Di mana pembagian tandon itu berdasarkan pengajuan permintaan kepada pihaknya dari semua kecamatan di Lobar.”Dari sembilan itu 6 sudah kita bagikan tinggal 3 yang belum. Yang belum itu ada di Sekotong Barat, Batulayar Barat dan Batulayar, itu yang belum ambil,’’ akunya. (her)