Atasi Krisis Air Bersih, 14 Desa di Lotim Kini Nikmati Pamsimas

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, menyerahkan program Pamsimas III bagi warga penerima di 14 desa di Lotim, Kamis, 26 November 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di tahun 2020 begitu besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Sebanyak 14 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Lotim mendapat jatah program tersebut dengan pagu anggaran sebesar Rp240 juta untuk masing-masing desa.

Kegiatan Pamsimas III tahun anggaran 2020 dari Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB. Serah terima program ini oleh, Bupati Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy ,MM berlokasi di Desa Lepak Timur Kecamatan Sakra Timur, Kamis, 26 November 2020.

Anggaran program sebesar Rp240 juta untuk masing-masing desa dihajatkan untuk pembangunan tower air bersih dan sanitasi. Hadirnya program Pamsimas yang sudah tuntas ini diharapkan dampak positifnya dirasakan oleh masyarakat agar bisa hidup bersih.   “Program ini semoga menjadikan masyarakat dapat menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan agar terhindar dari berbagai macam penyakit,”harapnya.

Selaku kepala daerah, Sukiman Azmy mengaku berterima kasih kepada pemerintah pusat, BPPW Provinsi NTB yang telah membantu pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Untuk itu ia mengimbau agar bantuan dapat dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.  “Jangan ketika sudah dibangun, seminggu kemudian kering. Jadi mari kita pelihara segala jenis bantuan untuk kepentingan kita bersama Jangan jadi milik pribadi juga,”pesan bupati.

Ditambahkan bupati bahwa Pemda Lotim sudah  memasukkan anggaran pembiayaan sebesar Rp62 miliar untuk menjawab permasalahan kekeringan di daerah. Ini sebagai perwujudan bahwa air mengalir sepanjang tahun. Selain itu, pengalokasian anggaran tersebut akan diketok DPRD Lotim pada pekan depan.

Sementara, Kasi Pelaksana Wilayah I Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTB, Indra Juliraf, menjelaskan, program Pamsimas ini salurkan berdasarkan usulan masyarakat melalui kepala daerah ke Ditjen Cipta Karya. Terdapat beberapa sasaran utama dalam kegiatan tersebut, salah satunya berupa masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat membutuhkan sarana dan prasarana air minum dan sanitasim Untuk itu, ke depan semua rumah warga mempunyai jamban keluarga, sehingga tidak ada lagi yang BAB sembarangan.  “Kegiatan Pamsimas dilaksanakan dengan swadaya masyarakat, pemerintah hanya membantu pengadaan kebutuhan materialnya,”tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ir. H. Marhaban, mengatakan jika pada tahun 2021 pihaknya telah mengusulkan Program Pamsimas untuk beberapa wilayah di Kabupaten Lotim. Terutama di wilayah selatan yang mengalami krisis air bersih terutama di Kecamatan Keruak dan Jerowaru.  “Dua kecamatan ini menjadi perhatian karena rutin mengalami krisis air bersih setiap tahunnya,”pungkasnya.

Adapun 14 desa yang mendapat program Pamsimas ini, di antaranya Desa Sukaraja, Senyiur, Mendana Raya, Setanggor Selatan, Tanak Kaken, Pematung, Boyemare, Lepak, Jenggik dan Desa Lepak Timur yang serah terima program Pamsimas III tahun anggaran 2019-2020 dengan opsi bor baru. Serta bor eksisting untuk Desa Pijot Utara. Selanjutnya untuk desa yang sudah serah terima program tersebur yaitu Desa Pringgasela Timur, Bandok dan Desa Mamben Baru. Untuk tiga desa ini rata-rata opsinya mata air. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here