Atasi Kekurangan Kamar, Sekotong Siapkan Camping Ground bagi Tamu MotoGP

Kawasan Gili Gede Sekotong bisa menjadi camping ground atau camping glamour sebagai alternatif penginapan bagi tamu MotoGP. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Untuk mengantisipasi kekurangan kamar hotel bagi tamu MotoGP, para pelaku pariwisata di Gili Gede, Sekotong menyiapkan tempat camping dengan konsep camping ground dan camping glamour sebagai opsi alternatif untuk wiatawan menginap. Bahkan ditargetkan, 1000 wisatawan bisa ditampung di sana.

“Di Thamarind resort sendiri, kamarnya sudah full booking,” ungkap Owner Thamarind Resort Gili Gede, Abubakar Abdullah, saat dikonfirmasi, Kemarin.  Sehingga ia dan para pelaku pariwisata setempat tengah menyiapkan opsi alternatif. Untuk bisa mensiasati kebutuhan akomodasi para penonton. Karena kurang lebih sekitar 200 kamar yang tersedia di sana pun diprediksi akan full booking.

Iklan

“Sudah ada pemesanan dan kita sudah ada komunikasi dengan link-link yang ada, target kita untuk wisatawan menginap di Gili Gede dan sekitarnya bisa mecapai 1.000 orang” paparnya. Kawasan itu pun dinilai potensial untuk ditawarkan kepada wisatawan. Karena selain menonton MotoGP, wisatawan juga bisa merasakan sensasi menginap di pulau kecil. Bahkan dengan jarak yang dinilai relatif lebih dekat menuju Mandalika. Maka, kawasan Gili Gede disebut bisa menjadi alternatif solusi bagi wisatawan yang masih mencari penginapan.

Abu juga menyebut, pihaknya saat ini berupaya menyiapkan panginapan bernuansa camping ground, pulau-pulau kecil di sana. Termasuk berdiskusi dengan warga setempat dan OPD terkait agar rumah mereka dapat dimanfaatkan sebagai home stay. “Kalau camping ground nya di pulau itu kan akan lebih menarik, tinggal transportasi itu yang sekarang kita koordinasikan” jelas pria yang juga menjadi anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar ini.

Selain itu, Gili Gede pun direncanakan akan menggelar event seperti festival air ketika menyambut WSBK tahun lalu. Agar momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membangkitkan kembali pariwisata. Sehingga wisatawan juga bisa menikmati atraksi yang menyuguhkan kebudayaan lokal.

Ia dan masyarakat pun tengah mendiskusikan persiapan supaya bisa memberikan pelayanan maksimal. Sesuai dengan fasilitas dan SDM yang ada di sana. “Ini untuk menjawab kekurangan akomodasi yang ada di Lombok, khususnya Lombok Barat. Jangan sampai kita kehilangan momentum,” jelasnya. (her)

Advertisement